Riset Oxford Mencari Vaksin COVID-19 di Ujung Kegagalan
Senin, 25 Mei 2020 - 02:14 WIB
loading...
A
A
A
Studi Oxford menggabungkan Tahap II dan III untuk pengembangan lebih cepat. Fase III melibatkan penilaian bagaimana vaksin bekerja pada sejumlah besar orang di atas usia 18 tahun. Serta seberapa baik vaksin mencegah orang dari menjadi terinfeksi dan tidak sehat dengan COVID-19.
Peserta dewasa dalam kelompok Fase II dan Fase III akan diacak untuk menerima satu atau dua dosis vaksin ChAdOx1 nCoV-19. Atau vaksin berlisensi (MenACWY) yang akan digunakan sebagai "kontrol" untuk perbandingan.
Para ahli mengatakan, ChAdOx1 nCoV-19 terbuat dari virus (ChAdOx1), yang merupakan versi lemah dari virus flu biasa (adenovirus) yang menyebabkan infeksi pada simpanse. Virus telah diubah secara genetika sehingga tidak mungkin untuk ditiru manusia.
Hasil uji coba hewan terhadap vaksin pada server pra-cetak bioRxiv mengatakan, walaupun vaksin itu tampaknya melindungi monyet dari pengembangan pneumonia, salah satu kondisi yang ditimbulkan oleh COVID-19 pada manusia, tampaknya tidak menghentikan mereka dari terinfeksi. Atau mencegah mereka menjadi pemancar atau penyebar virus.
Peserta dewasa dalam kelompok Fase II dan Fase III akan diacak untuk menerima satu atau dua dosis vaksin ChAdOx1 nCoV-19. Atau vaksin berlisensi (MenACWY) yang akan digunakan sebagai "kontrol" untuk perbandingan.
Para ahli mengatakan, ChAdOx1 nCoV-19 terbuat dari virus (ChAdOx1), yang merupakan versi lemah dari virus flu biasa (adenovirus) yang menyebabkan infeksi pada simpanse. Virus telah diubah secara genetika sehingga tidak mungkin untuk ditiru manusia.
Hasil uji coba hewan terhadap vaksin pada server pra-cetak bioRxiv mengatakan, walaupun vaksin itu tampaknya melindungi monyet dari pengembangan pneumonia, salah satu kondisi yang ditimbulkan oleh COVID-19 pada manusia, tampaknya tidak menghentikan mereka dari terinfeksi. Atau mencegah mereka menjadi pemancar atau penyebar virus.
(iqb)
Lihat Juga :