Pemasok Daging Terbesar di Dunia Diserang Ransomware, FBI Tuding Kelompok Rusia
Kamis, 03 Juni 2021 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
"Negara yang bertanggung jawab tidak menampung penjahat ransomware ," kata sekretaris pers Jen Psaki.
JBS mengatakan pihaknya sesuai jadwal untuk melanjutkan operasi pengemasan daging pada hari Kamis di AS, di mana lima pabrik daging sapi terbesarnya berada. JBS yang mengidentifikasi serangan ransomware pada hari Minggu 30 Mei 2021 belum mengungkapkan apakah mereka akan membayar para peretas.
BACA JUGA: Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
Ransomware adalah salah satu bentuk serangan siber yang paling produktif. Ini biasanya melibatkan peretas yang mendapatkan akses ke jaringan komputer dan mengenkripsi file atau mengunci pengguna dari sistem mereka sampai uang tebusan dibayarkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ransomware untuk pemerasan telah menjadi masalah keamanan nasional yang menjadi perhatian serius.
JBS mengatakan pihaknya sesuai jadwal untuk melanjutkan operasi pengemasan daging pada hari Kamis di AS, di mana lima pabrik daging sapi terbesarnya berada. JBS yang mengidentifikasi serangan ransomware pada hari Minggu 30 Mei 2021 belum mengungkapkan apakah mereka akan membayar para peretas.
BACA JUGA: Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
Ransomware adalah salah satu bentuk serangan siber yang paling produktif. Ini biasanya melibatkan peretas yang mendapatkan akses ke jaringan komputer dan mengenkripsi file atau mengunci pengguna dari sistem mereka sampai uang tebusan dibayarkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ransomware untuk pemerasan telah menjadi masalah keamanan nasional yang menjadi perhatian serius.
Lihat Juga :