Ini Kronologi Sampah Antariksa Lubangi ISS
Selasa, 01 Juni 2021 - 19:30 WIB
loading...
Ilustrasi ruang Angkasa. FOTO/ IST
A
A
A
NEW YORK - Sebuah potongan sampah antariksa menghantam Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Hantaman dari puing luar angkasa tersebut menyebabkan lubang di salah satu lengan robotik Canadarm2.
Canadarm2 sendiri adalah lengan robot yang dirancang oleh badan antariksa Kanada (CSA). Lengan robot ini sudah menjadi bagian ISS selama 20 tahun dan berfungsi untuk memanuver objek di luar ISS, seperti angkutan kargo. BACA JUGA - Arkeolog Temukan Bukti Santet Digunakan Orang Yunani Ribuan Tahun Lalu
Setelah terjadi tabrakan, instrumen tersebut memang masih beroperasi, tapi puing sampah berhasil menembus lapisan termal dan merusak bagian di bawahnya.
Tidak diketahui kapan tepatnya tabrakan terjadi, namun kerusakan ini baru terdeteksi pada 12 Mei saat inspeksi rutin. NASA dan CSA sudah bekerjasama untuk mengambil foto yang jelas dan meneliti kerusakan yang ditimbulkan.
"Terlepas dari hantaman, hasil analisis yang sedang berlangsung mengindikasikan bahwa kinerja lengan tetap tidak terpengaruh," kata CSA dalam blog, seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (1/6/2021).
Canadarm2 sendiri adalah lengan robot yang dirancang oleh badan antariksa Kanada (CSA). Lengan robot ini sudah menjadi bagian ISS selama 20 tahun dan berfungsi untuk memanuver objek di luar ISS, seperti angkutan kargo. BACA JUGA - Arkeolog Temukan Bukti Santet Digunakan Orang Yunani Ribuan Tahun Lalu
Setelah terjadi tabrakan, instrumen tersebut memang masih beroperasi, tapi puing sampah berhasil menembus lapisan termal dan merusak bagian di bawahnya.
Tidak diketahui kapan tepatnya tabrakan terjadi, namun kerusakan ini baru terdeteksi pada 12 Mei saat inspeksi rutin. NASA dan CSA sudah bekerjasama untuk mengambil foto yang jelas dan meneliti kerusakan yang ditimbulkan.
"Terlepas dari hantaman, hasil analisis yang sedang berlangsung mengindikasikan bahwa kinerja lengan tetap tidak terpengaruh," kata CSA dalam blog, seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (1/6/2021).
Lihat Juga :