Cara Kerja Hacker Membobol Data Pribadi dan Upaya Pencegahannya

Jum'at, 28 Mei 2021 - 23:01 WIB
loading...
Cara Kerja Hacker Membobol...
Ilustrasi Hacker. FOTO/ Ist
A A A
JAKARTA - Belakangan ini isu pembobolan data pribadi kembali marak, setelah data pribadi pengguna BPJS Kesehatan diduga telah berhasil dicuri oleh peretas atau hacker.

Pakar keamanan siber, Pratama Persadha, mengatakan, ada banyak penyebab dari lemahnya sebuah sistem. Mulai dari teknologi, hardware dan firewall, hingga SDM, termasuk policy yang mendukung keamanan siber.

"Serangan (peretas) bisa terjadi dari unsur-unsur tersebut," ungkap Pratama, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (28/5/2021).

BACA JUGA - Riset Ilmuwan Thailand Ungkap Darah Biawak Efektif Bunuh Covid-19

Pratama menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan peretas untuk membobol sebuah sistem adalah melakukan scanning. Ada banyak tools yang bisa digunakan dan diakses secara gratis.

Setelah itu, peretas bisa mengetahui celah mana yang terbuka dari sistem tersebut lalu mencoba untuk masuk. Ada banyak metode yang digunakan untuk masuk ke dalam sistem.

Misalnya yang paling umum adalah memasang malware ke sistem target, agar bisa membuat backdoor sehingga peretas bisa keluar masuk sistem tanpa ketahuan.

"Ketika masuk, biasanya yang dicari pertama itu user admin agar bisa mendapatkan akses ke manapun," imbuh Pratama.

Menurut Pratama, tujuan dari aktivitas peretasan ada bermacam-kaca. Ada yang ingin mencuri data, merubah, atau merusaknya. Motifnya pun juga ada karena uang hingga politik.

Tetapi yang pasti aktivitas peretasan tidak sesimpel itu. Sebab, sebuah sistem yang coba diserang tentu juga memiliki pertahanan siber. Meskipun Pratama mengakui tidak ada satu sistem pun yang 100% aman.

Sebagai upaya pencegahan standar, yang harus dilakukan adalah memperkuat sistem, minimal harus menggunakan sistem operasi dan antivirus dengan data base terbaru. Lalu menggunakan teknologi firewall dan policy yang bagus.

"Benteng terakhirnya adalah enkripsi atau penyandian data yang dimiliki. Jadi ketika data dicuri, pencuri tidak akan bisa membaca isinya, tuturnya.

Kendati demikian, Pratama juga menuturkan, belajar menjadi peretas cenderung mudah dan murah. Ada banyak tools yang bisa didapat di internet secara cuma-cuma. Bahkan, ada juga kursus dan pelatihan meretas, termasuk di Indonesia.

Tapi Pratama menggaris bawahi bagi yang baru belajar harus berhati-hati, terlebih kalau tidak tahu cara mengamankan diri sendiri. Sebab, ketika mencoba menerobos atau sekadar scanning sebuah sistem, aktivitas ini sudah melanggar UU ITE.

"Kalau coba-coba di komputer sendiri saja," tegasnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
Bukan Cuma Adu Rudal,...
Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran
Tips MotionTrade: Waktu...
Tips MotionTrade: Waktu yang Tepat untuk Menjual Reksa Dana
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Rekomendasi
Transformasi Kamar Mandi,...
Transformasi Kamar Mandi, GROHE Menjawab Arti Kemewahan Modern
Naik 29%, Bukalapak...
Naik 29%, Bukalapak Bukukan Pendapatan Rp4 Triliun di Semester I 2026
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Libas Laos 4-0, Kokoh di Puncak Grup B
Berita Terkini
Qualcomm Umumkan Harga...
Qualcomm Umumkan Harga Smartphone Premium Akan Naik September Ini
iPhone Ultra Lipat Apple...
iPhone Ultra Lipat Apple Berisiko Terhambat, Ini Masalahnya
Ternyata Ini Cara AI...
Ternyata Ini Cara AI Bantu Konsultan SAP Kerja Lebih Rapi
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved