Riset Ilmuwan Thailand Ungkap Darah Biawak Efektif Bunuh Covid-19
Jum'at, 28 Mei 2021 - 20:37 WIB
loading...
Ilustrasi kadal air alias Biawak. FOTO/ IST
A
A
A
BANGKOK - Usai Unta diklaim bisa menyembuhkan Covid-19, Sekelompok peneliti di sebuah universitas di Bangkok mengklaim bahwa darah kadal air alias biawak mengandung zat yang dapat mencegah kanker, bakteri, dan kemungkinan virus Covid-19.
Prof. Jitkamol Thanasak dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Mahidol mengatakan, tim peneliti akan meneliti rahasia sistem kekebalan kadal air yang kuat agar dapat hidup di air yang terkontaminasi dan memakan bangkai.
BACA JUGA - Punya Sensor Canggih, Pesawat Intai Israel Bisa Gocek Radar Malaysia dan Indonesia
Ia mengatakan, tim peneliti juga sudah mendapat izin dari pemerintah untuk mengambil sampel darah kadal air untuk penelitian.
Sampel darah digunakan untuk mempelajari karakteristik protein yang menyusun sistem kekebalan kadal air.
"Para peneliti telah menemukan bahwa protein dapat membunuh sel kanker, bakteri dan mungkin dapat mencegah infeksi virus, termasuk Covid-19, " katanya kepada Nation Thailand.
Tim peneliti berencana untuk mematenkan studi tersebut setelah penelitian menyeluruh dilakukan.
Mereka diharapkan menyelesaikan studi pendahuluan pada akhir tahun ini sebelum digunakan untuk menguji tingkat efektivitas terhadap influenza dan Covid-19.
Prof. Jitkamol Thanasak dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Mahidol mengatakan, tim peneliti akan meneliti rahasia sistem kekebalan kadal air yang kuat agar dapat hidup di air yang terkontaminasi dan memakan bangkai.
BACA JUGA - Punya Sensor Canggih, Pesawat Intai Israel Bisa Gocek Radar Malaysia dan Indonesia
Ia mengatakan, tim peneliti juga sudah mendapat izin dari pemerintah untuk mengambil sampel darah kadal air untuk penelitian.
Sampel darah digunakan untuk mempelajari karakteristik protein yang menyusun sistem kekebalan kadal air.
"Para peneliti telah menemukan bahwa protein dapat membunuh sel kanker, bakteri dan mungkin dapat mencegah infeksi virus, termasuk Covid-19, " katanya kepada Nation Thailand.
Tim peneliti berencana untuk mematenkan studi tersebut setelah penelitian menyeluruh dilakukan.
Mereka diharapkan menyelesaikan studi pendahuluan pada akhir tahun ini sebelum digunakan untuk menguji tingkat efektivitas terhadap influenza dan Covid-19.
Lihat Juga :