Ditakuti Yahudi, Penemuan Ilmuwan NAZI Ini Bikin Hitler Ngeri Memakainya
Jum'at, 14 Mei 2021 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
De Lang merinci hal ini dalam sebuah buku terbarunya. Isinya tentang siapa orang-orang itu dan apa yang terjadi pada mereka setelah dibawa ke Kamp Schoorl, sebuah kamp penjara di bukit pasir Belanda: 388 orang dikirim ke kamp konsentrasi Nazi di Buchenwald, Jerman.
Sarin merupakan gas saraf mematikan yang dikembangkan oleh para ilmuwan Nazi pada 1930-an. Pembuatan sarin, gas saraf ini diproduksi diproduksi di Jerman pada 1938 oleh ilmuwan Gerard Schrader, Otto Ambros, Gerhard Ritter dan Hans-Jurgen von der Linde.
Berdasarkan buku karangan Richard J. Evans (2008). The Third Reich at War, 1939–1945, disebutkan cerita awal pembuatan sarin tak berjalan mulus. Ilmuwan yang bertanggungjawab atas proyek tersebut mengira telah gagal saat memproduksi sarin pertama kali. Sebab senyawa yang dibuat terlalu mematikan bagi hewan dan kehidupan manusia saat diuji dalam pertanian.
Tapi justru 'kegagalan' tersebut menarik perhatian Adolf Hitler. Pemimpin Nazi yang kala itu tengah memulai Perang Dunia II ini akhirnya meminta anak buahnya mengambil alih proyek pembuatan sarin.
Setelah 'senjata' kimia itu jadi, Hitler sangat senang bahkan menamainya dengan akronim dari kimiawan yang memproduksinya. Namun rekaman sejarah menyebut, Hitler pada akhirnya tidak pernah menggunakan gas sarin tersebut.
Sarin merupakan gas saraf mematikan yang dikembangkan oleh para ilmuwan Nazi pada 1930-an. Pembuatan sarin, gas saraf ini diproduksi diproduksi di Jerman pada 1938 oleh ilmuwan Gerard Schrader, Otto Ambros, Gerhard Ritter dan Hans-Jurgen von der Linde.
Berdasarkan buku karangan Richard J. Evans (2008). The Third Reich at War, 1939–1945, disebutkan cerita awal pembuatan sarin tak berjalan mulus. Ilmuwan yang bertanggungjawab atas proyek tersebut mengira telah gagal saat memproduksi sarin pertama kali. Sebab senyawa yang dibuat terlalu mematikan bagi hewan dan kehidupan manusia saat diuji dalam pertanian.
Tapi justru 'kegagalan' tersebut menarik perhatian Adolf Hitler. Pemimpin Nazi yang kala itu tengah memulai Perang Dunia II ini akhirnya meminta anak buahnya mengambil alih proyek pembuatan sarin.
Setelah 'senjata' kimia itu jadi, Hitler sangat senang bahkan menamainya dengan akronim dari kimiawan yang memproduksinya. Namun rekaman sejarah menyebut, Hitler pada akhirnya tidak pernah menggunakan gas sarin tersebut.
Lihat Juga :