Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Udara Israel yang Berhasil Ditembus Roket Hamas

Rabu, 12 Mei 2021 - 14:39 WIB
loading...
Mengenal Iron Dome,...
Iron Dome pertama kali diperkenalkan pada 2011. Setelah satu dekade Iron Dome diklaim telah menangkis 2.000 roket. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Roket-roket Hamas dan Palestinian Islamic Jihad (PIJ) mulai ditembakkan ke wilayah Israel seiring memanasnya konflik antara Palestina dan Israel. Roket demi roket terus ditembakkan Hamas dan PIJ sebagai respons serangan Israel terhadap kompleks Masjid Al Aqsa.

Akibat serangan roket itu menurut keterangan polisi Israel lebih dari 90 orang di Ashdod dan Ashkelon terluka terkena ledakan. Salah satu bangunan yang rusak akibat serangan dari Gaza adalah sekolah, meskipun tidak ada kegiatan belajar mengajar pada saat penyerangan.

Baca juga : Paket Aksesoris BMW Bikin Motor Ariel Noah Jadi Semakin Berkilau

Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Udara Israel yang Berhasil Ditembus Roket Hamas


Yang menarik roket-roket yang ditembakkan Hamas itu justru berhasil melewati sergapan Iron Dome (Kubah Besi) yang sengaja dibuat oleh Israel untuk menangkis segala jenis serangan udara dari Hamas maupun PIJ.

Israel mengembangan sistem pertahanan udara itu memang dengan tujuan menangkis semua serangan udara yang ditembakkan dari wilayah Palestina. Tujuannya tentu saja untuk melindungi penduduk Israel dari serangan-serangan fatal tersebut.

Pertama kali diperkenalkan pada 2011, Iron Dome merupakan hasil riset dan pengembangan kolaborasi dua perusahaan Israel, Rafael Advanced Defense System dan Israel Aerospace Industries. Washington Post menyebutkan dalam pembuatannya kedua perusahaan itu mendapatkan bantuan teknis dan finansial dari Amerika Serikat.

Iron Dome diketahui bekerja dengan memanfaatkan radar dan software yang telah berisikan algoritma khusus. Radar dipasang guna mendeteksi serangan roket yang tiba-tiba muncul di udara. Di saat yang bersamaan algoritma yang ada di Iron Dome kemudian mengkalkulasi titik serangan roket yang akan jatuh di wilayah Israel.

Jika dari perhitungan tersebut diketahui akan meledak di wilayah padat penduduk dan objek vital Israel, maka Iron Dome langsung berupaya mencegat roket tersebut saat masih berada di udara. Cara pencegatannya adalah dengan menembakkan roket ke arah roket penyerang tersebut.

Baca juga : Jangan Anggap Enteng, Ini Dia Roket Andalan Hamas Melawan Israel

Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Udara Israel yang Berhasil Ditembus Roket Hamas


Untuk mencegat roket tersebut, Iron Dome dilengkapi dengan launcher atau peluncur. Mereka membuat dua jenis launcher yakni statis dan bergerak. Launcher statis biasanya dibangun di wilayah-wilayah yang berdekatan dengan Gaza misalnya Ashkelon. Sebaliknya launcher bergerak merupakan launcher yang siap dipindahkan kemana saja tergantung peristiwa yang dihadapi oleh Israel. Dalam setiap launcher terdapat 20 roket yang disiapkan untuk mencegat roket-roket dari Hamas dan PIJ.

Yang menarik setiap kali Iron Dome aktif, di saat yang bersamaan Iron Dome juga mengeluarkan sirine tanda bahaya. Jadinya penduduk Israel yang ada di sekitaran lokasi konflik bisa mencari perlindungan apabila roket yang dicegat tidak berhasil diledakkan di udara.

Israel mengaku sejak satu dekade lalu dikenalkan, Iron Dome berhasil menangkis 2.000 roket yang ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel. Benarkah? Banyak orang yang mengkritisi klaim tersebut. Apalagi Israel mengaku tingkat akurasi Iron Dome dalam menangkis serangan roket hanya mencapai 90 persen.

Apalagi Hamas dan PIJ juga makin mengerti bagaimana mengelabui Iron Dome. Mereka membuat roket-roket mereka dengan bahan yang tidak mudah terdeteksi oleh radar Iron Dome. "Tidak ada sistem pertahanan peluru kendali yang sempurna. Apalagi melawan gaya pertempuran yang memang terus berubah cepat," ujar Michael Armstrong, Associate Professor di Universitas Brock, yang juga pernah menguji sistem pertahanan Iron Dome pada 2019.

Di saat yang bersamaan keberadaan Iron Dome justru mendapatkan kritikan dari pihak Israel sendiri. Banyak aktivis dan politisi Israel mengatakan Iron Dome hanya melanggengkan perseteruan antara Israel dan Palestina. "Kemampuan Iron Dome sama sekali tidak pernah bisa menghilangkan perselisihan dan ketidakadilan yang terjadi. Dua hal itu yang membuat satu sama lain saling menembakkan roket," ujar peneliti dan politisi Israel, Yoav Fromer.

Baca juga : BMW Gaet Komposer Film Batman buat Suara Knalpot Buatan Mobil Listrik

Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Udara Israel yang Berhasil Ditembus Roket Hamas


Kritikan lain juga datang dari sikap Israel yang lebih mementingkan pertahanan udara ketimbang membuat shelter-shelter perlindungan buat masyarakat Israel. Diketahui selain Iron Dome, Israel juga memiliki dua sistem pertahanan udara lainnya yakni David's Sling dan Arrow.

Jika Iron Dome bertugas mengantisipasi serangan roket jarak pendek, maka David's Sling dan Arrow memiliki kemampuan yang berbeda. David's Sling digunakan untuk mengantisipasi roket dengan kemampuan jarak menengah sementara Arrow ditugaskan mnegantisipasi peluru kendali dan roket yang ditembakkan dari jarak yang sangat jauh atau antar negara.

Biaya yang dihabiskan untuk pengembangan sistem pertahanan itu pun sangat besar. Belum lagi biaya roket pencegat yang dinamakan Tamir itu harga satuannya USD20.000 sampai USD50.000 (Rp280 juta - Rp700 juta).

Hanya saja banyak yang menduga Israel tetap ngotot menggunakan sistem pertahanan udara itu karena memang di sisi lain mereka mengadakan aktivitas bisnis Iron Dome dengan negara-negara lain. Pertikaian antara Palestina dan Israel justru seolah menjadi laboratorium penguji ketangguhan Iron Dome.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kehebatan Tzeva Adom,...
Kehebatan Tzeva Adom, Senjata Canggih yang Dipasok Israel untuk Melawan Rusia
Langgar Hukum Internasional,...
Langgar Hukum Internasional, Berapa Kali Israel Memakai Bom Fosfor Putih dalam Perang?
Berapa Jumlah Orang...
Berapa Jumlah Orang Yahudi di Dunia? Lengkap dengan Persebarannya
Imbas Serangan Israel,...
Imbas Serangan Israel, Emirates Larang Penumpang Bawa Pager dan Walkie-Talkie
Intip Spesifikasi Rudal...
Intip Spesifikasi Rudal Fattah Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Harga Roket Iron Dome,...
Harga Roket Iron Dome, Sekali Tembak Seharga Mobil Mewah
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rekomendasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved