3 Bulan Pertama 2021, Cuan XL Axiata Tembus Rp321 M
Selasa, 27 April 2021 - 11:31 WIB
loading...
PT XL Axiata Tbk berhasil mempertahankan kinerja positif di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat. Foto: dok XL Axiata
A
A
A
JAKARTA - XL Axiata berhasil meraih laba sebesar Rp321 miliar di kuartal pertama 2021, dengan marjin EBITDA sebesar 50%.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarni mengaku bersyukur XL Axiata bisa tetap tumbuh positif meski kompetisi industri telekomunikasi berlangsung ketat dan daya beli masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Viral Anak-Anak Sujud Freestyle Free Fire Saat Ibadah, Siapa yang Salah?
Apa resep agar perusahaan tetap cuan? Dian menyebut ada tiga strategi. Pertama, fokus mengimplementasikan Operational Excellence dan digitalisasi di berbagai lini.
Kedua, meningkatkan efisiensi bisnis. Ketiga, meluncurkan produk-produk yang tepat sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data analytics. ”Sehingga upselling melalui saluran penjualan omni channel bisa dilakukan,” ungkapnya.
Dampaknya, beban operasional XL Axiata di kuartal pertama 2021 turun 6% YoY. ”Di dorong interkoneksi lebih rendah akibat penurunan lalu lintas layanan legacy (SMS dan voice),” ujarnya.
Selanjutnya, biaya tenaga kerja turun -23% YoY karena revisi provisi remunerasi. Juga, biaya infrastruktur turun 11% YoY karena sewa menara lebih rendah. Sementara itu, beban biaya pemasaran meningkat 16% YoY karena adanya peningkatan biaya komisi.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarni mengaku bersyukur XL Axiata bisa tetap tumbuh positif meski kompetisi industri telekomunikasi berlangsung ketat dan daya beli masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Viral Anak-Anak Sujud Freestyle Free Fire Saat Ibadah, Siapa yang Salah?
Apa resep agar perusahaan tetap cuan? Dian menyebut ada tiga strategi. Pertama, fokus mengimplementasikan Operational Excellence dan digitalisasi di berbagai lini.
Kedua, meningkatkan efisiensi bisnis. Ketiga, meluncurkan produk-produk yang tepat sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data analytics. ”Sehingga upselling melalui saluran penjualan omni channel bisa dilakukan,” ungkapnya.
Dampaknya, beban operasional XL Axiata di kuartal pertama 2021 turun 6% YoY. ”Di dorong interkoneksi lebih rendah akibat penurunan lalu lintas layanan legacy (SMS dan voice),” ujarnya.
Selanjutnya, biaya tenaga kerja turun -23% YoY karena revisi provisi remunerasi. Juga, biaya infrastruktur turun 11% YoY karena sewa menara lebih rendah. Sementara itu, beban biaya pemasaran meningkat 16% YoY karena adanya peningkatan biaya komisi.
Lihat Juga :