Retakan Bertahap di KRI Nanggala 402 Membuat Sonar Tak Membaca
Minggu, 25 April 2021 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Kasal Yudo Margono mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir, pencari menemukan bagian pelurus torpedo, botol minyak yang diyakini digunakan untuk meminyaki periskop, puing-puing dari sajadah dan pecahan pipa pendingin yang dipasang kembali di kapal selam di Korea Selatan pada 2012.
“Dengan bukti otentik yang kami temukan diyakini berasal dari kapal selam, kami sekarang telah beralih dari fase ´sub miss´ ke ´sub sunk,´” katanya pada konferensi pers, di mana barang-barang yang ditemukan dipajang.
KRI Nanggala 402 bertenaga diesel buatan Jerman telah beroperasi di Indonesia sejak 1981 dan membawa 49 awak kapal dan tiga penembak serta komandannya, kata Kementerian Pertahanan RI [Kemenhan].
Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, telah menghadapi tantangan yang semakin besar terhadap klaim maritimnya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banyak insiden yang melibatkan kapal-kapal China di dekat kepulauan Natuna s
Kapal selam Singapura itu, kata dia, menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) guna menindaklanjuti kontak bawah air laut yang telah diberikan oleh KRI Rigel. Alhasil, pada pukul 09.04 WITA, ROV yang diturunkan Singapur mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik Selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik Timur. "Yaitu, letaknya dari datum 1 tadi tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di Selatan pada kedalaman 838 meter ini terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala," katanya.
“Dengan bukti otentik yang kami temukan diyakini berasal dari kapal selam, kami sekarang telah beralih dari fase ´sub miss´ ke ´sub sunk,´” katanya pada konferensi pers, di mana barang-barang yang ditemukan dipajang.
KRI Nanggala 402 bertenaga diesel buatan Jerman telah beroperasi di Indonesia sejak 1981 dan membawa 49 awak kapal dan tiga penembak serta komandannya, kata Kementerian Pertahanan RI [Kemenhan].
Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, telah menghadapi tantangan yang semakin besar terhadap klaim maritimnya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banyak insiden yang melibatkan kapal-kapal China di dekat kepulauan Natuna s
Kapal selam Singapura itu, kata dia, menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) guna menindaklanjuti kontak bawah air laut yang telah diberikan oleh KRI Rigel. Alhasil, pada pukul 09.04 WITA, ROV yang diturunkan Singapur mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik Selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik Timur. "Yaitu, letaknya dari datum 1 tadi tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di Selatan pada kedalaman 838 meter ini terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala," katanya.
(wbs)
Lihat Juga :