Jaringan 5G Belum Ada, Peminat Ponsel 5G OPPO Tetap Tinggi

Rabu, 21 April 2021 - 21:05 WIB
loading...
Jaringan 5G Belum Ada, Peminat Ponsel 5G OPPO Tetap Tinggi
Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia, dan Dominikus Susanto, Senior Manager, Business Development at Qualcomm, saat peluncuran A74 5G dan A74, di Glass House Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (21/4). Foto: Sindonews/fikri kurniawan
JAKARTA - OPPO cukup gencar menghadirkan produk-produk 5G di Indonesia. Di tahun ini saja, OPPO telah meluncurkan Reno5 5G dan A74 5G. Sedangkan di tahun lalu sudah ada Find X2 dan Find X2 Pro.

BACA JUGA: OPPO Siapkan Ponsel Baru Saat Ramadan, Apakah OPPO A74?

Menurut Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia, pangsa pasar smartphone 5G di Indonesia cukup menarik. Masyarakat Indonesia dinilai memiliki kebiasaan dalam hal melakukan persiapan.

Maksudnya, meski jaringan 5G belum ada secara masif, tetapi sudah banyak yang memiliki smartphone 5G terlebih dahulu. "Ini bisa jadi acuan. Kami yakin ini (smartphone 5G) menguntungkan konsumen," kata Aryo, di Glass House Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (21/4).

Di sisi lain, Aryo mengatakan bahwa kinerja OPPO sempat mengalami down ketika pandemi Covid-19 mulai mewabah di Maret 2020. Namun, di akhir tahun lalu pertumbuhannya cukup bagus, seiring dengan aktivitas belajar-mengajar dan bekerja dilakukan secara virtual.



"Pada dasarnya tidak terlalu buruk di 2020. Penurunan hanya di awal pandemi," kata Aryo.

OPPO Indonesia baru saja meluncurkan gawai terbarunya dari A Series, yakni OPPO A74 5G dan OPPO A74. Kedua perangkat ini telah dibekali dengan chipset buatan Qualcomm.

BACA JUGA: Keren, OPPO A54 Bisa Pantau Jadwal Imsak dan Sholat di Layar Utama

OPPO A74 5G dibanderol Rp3.699.000 dan OPPO A74 dibanderol Rp3.499.000. Namun, ketersediaan A74 5G terbatas sehingga hanya dijual secara daring. Sedangkan A74 juga dijual secara luring. Keduanya tersedia pada 23 April mendatang.

"Ketersediaan A74 5G terbatas karena ada beberapa negara yang meluncurkan, jadi harus bagi-bagi kuota. Kita harus melihat juga respon konsumen," tandas Aryo.
(dan)
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE