Bumi Makin Sekarat, Ribuan Ton Limbah Mikroplastik Berputar di Atmosfer
Rabu, 21 April 2021 - 02:09 WIB
loading...
A
A
A
Sumber lain termasuk lautan (11%) dan debu tanah pertanian (5%), keduanya melibatkan angin kencang yang mendorong partikel ke udara. Namun, para peneliti menduga bahwa ketiga sumber ini kemungkinan akan berkontribusi pada tingkat polusi yang berbeda di belahan dunia lain.
Dengan menggunakan data yang mereka kumpulkan, para peneliti membuat model komputer untuk mengetahui bagaimana mikroplastik diangkut ke seluruh planet dan area mana yang kemungkinan merupakan hotspot untuk tingkat mikroplastik tertinggi, seperti Eropa, Asia Timur, Timur Tengah, India, dan Amerika Serikat. Serikat.
“Atmosfer adalah salah satu penyebab mikroplastik tersebar luas. Ini memiliki potensi untuk mengangkut plastik ke lokasi yang berbeda, melintasi benua dan ke lokasi yang sangat terpencil yang tidak akan tersentuh oleh polusi manusia,” kata Brahney.
BACA JUGA: Bebek Termahal di Indonesia Unjuk Gigi di IIMS 2021
Para peneliti menemukan bahwa partikel plastik dapat tetap berada di udara antara satu jam hingga 6,5 hari. Batas atas itu adalah waktu yang cukup untuk transportasi lintas benua, yang berarti tempat-tempat seperti Antartika pun berisiko terkena polusi. "Tidak ada yang terlindungi dari sumber pencemaran ini," kata Brahney.
Dengan menggunakan data yang mereka kumpulkan, para peneliti membuat model komputer untuk mengetahui bagaimana mikroplastik diangkut ke seluruh planet dan area mana yang kemungkinan merupakan hotspot untuk tingkat mikroplastik tertinggi, seperti Eropa, Asia Timur, Timur Tengah, India, dan Amerika Serikat. Serikat.
“Atmosfer adalah salah satu penyebab mikroplastik tersebar luas. Ini memiliki potensi untuk mengangkut plastik ke lokasi yang berbeda, melintasi benua dan ke lokasi yang sangat terpencil yang tidak akan tersentuh oleh polusi manusia,” kata Brahney.
BACA JUGA: Bebek Termahal di Indonesia Unjuk Gigi di IIMS 2021
Para peneliti menemukan bahwa partikel plastik dapat tetap berada di udara antara satu jam hingga 6,5 hari. Batas atas itu adalah waktu yang cukup untuk transportasi lintas benua, yang berarti tempat-tempat seperti Antartika pun berisiko terkena polusi. "Tidak ada yang terlindungi dari sumber pencemaran ini," kata Brahney.
(ysw)
Lihat Juga :