Ini Waktu yang Tepat untuk Melihat Hujan Meteor Lyrid

Rabu, 21 April 2021 - 00:17 WIB
loading...
Ini Waktu yang Tepat...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - Akhir pekan nanti adalah waktu yang tepat bagi para pencinta benda langit menyaksikan fenomena langka yang luar biasa, yakni hujan meteor . Lyrids merupakan hujan meteor yang berasal dari ekor komet yang mengelilingi matahari setiap 415 tahun sekali.

Dilansir Live Science, Lyrid berasal dari konstelasi Lyra, timur laut bintang terang Vega. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik meteor berekor panjang, berbaring telentang dengan kaki menghadap ke timur.

BACA: Hujan Meteor Draconid yang Dikaitkan dengan Lintang Kemukus

Biarkan mata Anda menyesuaikan dengan kondisi langit yang gelap sekitar 20 hingga 30 menit untuk melihat meteor yang lebih redup.

Disarankan mulai melakukan pemantauan langit setelah pukul 22.30 waktu setempat. Kendati begitu, pengamatan akan sedikit terganggu polusi cahaya dari sinar bulan purnama pada 26 April 2021.

Menurut NASA, biasanya Lyrid menghasilkan 10 hingga 20 meteor per jam, meskipun mereka kadang-kadang mencapai ratusan. Hujan Lyrid yang mencapai ratusan itu telah tercatat di Amerika Serikat pada 1803 dan 1982, di Yunani pada 1922 dan di Jepang pada 1945.

Lyrid adalah pecahan dari ekor Comet Thatcher, sebuah komet yang ditemukan pada tahun 1861. Namun, Thatcher telah melintasi tata surya jauh lebih lama.

BACA JUGA: NASA Sukses Menerbangkan Helikopter Ingenuity di Mars

Penampakan hujan meteor pertama yang dilaporkan terjadi di Cina pada tahun 687 SM, membuat Lyrids salah satu hujan meteor tertua yang diketahui.

Jika Anda melewatkan hujan meteor Lyrids, kesempatan berikutnya untuk melihat hujan meteor akan segera menyusul. Pada 6 Mei 2021, Eta Aquarids akan mencapai puncaknya. Mereka paling baik dilihat lebih dekat ke khatulistiwa.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Komet Ini Secara Misterius...
Komet Ini Secara Misterius Berbalik Arah setelah Melewati Matahari
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Rekomendasi
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Berita Terkini
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved