Xiaomi Butuh 3 Tahun Hanya untuk Ganti Logo Jadi Lebih Bulat
Minggu, 18 April 2021 - 23:05 WIB
loading...
A
A
A
Superellipse
![Xiaomi Butuh 3 Tahun Hanya untuk Ganti Logo Jadi Lebih Bulat]()
Dalam mendesain logo, Kenya Hara yang merupakan profesor Musashino Art University ini menggunakan formula matematika “superellipse”.
Di antara kemungkinan tanpa batas antara bentuk kotak dan lingkaran, Kenya menerapkan variabel n=3 untuk mendapat keseimbangan sempurna serta melambangkan aspek inti dari “Hidup”.
Dibandingkan dengan objek yang memiliki sudut siku-siku, lingkaran adalah bentuk yang dianggap lebih dinamis yang tepat untuk mewakili Xiaomi yang fleksibel.
Tidak sekadar desain, tapi Kenya juga menawarkan pendekatan filosofis yakni “Hidup”. Hal ini untuk menggambarkan produk inovatif dari Xiaomi telah menghadirkan kenyamanan dan memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi serta mampu mengakomodasi perubahan di lingkungannya.
Konsep “Hidup” menerjemahkan filosofi yang dianut Xiaomi secara visual: manusia yang hidup, teknologi yang diciptakan oleh manusia, sehingga teknologi pada akhirnya melayani kebutuhan hidup.

Dalam mendesain logo, Kenya Hara yang merupakan profesor Musashino Art University ini menggunakan formula matematika “superellipse”.
Di antara kemungkinan tanpa batas antara bentuk kotak dan lingkaran, Kenya menerapkan variabel n=3 untuk mendapat keseimbangan sempurna serta melambangkan aspek inti dari “Hidup”.
Dibandingkan dengan objek yang memiliki sudut siku-siku, lingkaran adalah bentuk yang dianggap lebih dinamis yang tepat untuk mewakili Xiaomi yang fleksibel.
Tidak sekadar desain, tapi Kenya juga menawarkan pendekatan filosofis yakni “Hidup”. Hal ini untuk menggambarkan produk inovatif dari Xiaomi telah menghadirkan kenyamanan dan memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi serta mampu mengakomodasi perubahan di lingkungannya.
Konsep “Hidup” menerjemahkan filosofi yang dianut Xiaomi secara visual: manusia yang hidup, teknologi yang diciptakan oleh manusia, sehingga teknologi pada akhirnya melayani kebutuhan hidup.
Lihat Juga :