Fenomena Astronomi Sepekan ke Depan, Ada Hujan Meteor Lyrid
Sabtu, 17 April 2021 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
2. Konjungsi Superior Merkurius
Merkurius mengalami konjungsi superior pada 19 April pukul 08.56 WIB. Konjungsi superior adalah konfigurasi yang berlaku khusus pada Merkurius dan Venus, yakni ketika Merkurius membelakangi Matahari.
Konjungsi superior ini menandai pergantian kenampakan Merkurius yang semula ketika fajar menjadi senja.
3. Konjungsi Bulan-Pollux
Puncak konjungsi Bulan-Pollux terjadi pada 20 April 2021 pukul 01.18 WIB. Akan tetapi, fenomena ini sudah dapat disaksikan sejak 19 April ketika fajar dari arah Utara-Barat Laut hingga sebelum tengah malam dari arah Barat-Barat Laut.
4. Fase Bulan Perbani Awal
Puncak fase perbani awal terjadi pada 20 April pukul 13.58 WIB. Sehingga, Bulan perbani awal ini baru dapat disaksikan ketika terbit 30 menit setelah tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara ketika senja abhari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut 30 menit setelah tengah malam.
Merkurius mengalami konjungsi superior pada 19 April pukul 08.56 WIB. Konjungsi superior adalah konfigurasi yang berlaku khusus pada Merkurius dan Venus, yakni ketika Merkurius membelakangi Matahari.
Konjungsi superior ini menandai pergantian kenampakan Merkurius yang semula ketika fajar menjadi senja.
3. Konjungsi Bulan-Pollux
Puncak konjungsi Bulan-Pollux terjadi pada 20 April 2021 pukul 01.18 WIB. Akan tetapi, fenomena ini sudah dapat disaksikan sejak 19 April ketika fajar dari arah Utara-Barat Laut hingga sebelum tengah malam dari arah Barat-Barat Laut.
4. Fase Bulan Perbani Awal
Puncak fase perbani awal terjadi pada 20 April pukul 13.58 WIB. Sehingga, Bulan perbani awal ini baru dapat disaksikan ketika terbit 30 menit setelah tengah hari dari arah timur-timur laut, berkulminasi di arah utara ketika senja abhari dan kemudian terbenam di arah barat-barat laut 30 menit setelah tengah malam.
Lihat Juga :