Ponsel Terbakar di Bandara dan di Embargo Garuda, Begini Komentar Vivo Indonesia
Rabu, 14 April 2021 - 13:49 WIB
loading...
Salah satu staf bandara Hong Kong International Airport diantara tumpukan ratusan ponsel Vivo Y20 yang terbakar. Foto: dok staf HKIA
A
A
A
JAKARTA - Vivo Indonesia mengaku telah menerima laporan bahwa kiriman barang produk Vivo di salah satu penerbangan kargo terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong.
BACA JUGA: Buntut Insiden Terbakar, Semua Tipe Ponsel Vivo Dilarang Masuk Kargo Garuda Indonesia
Menanggapi hal tersebut, Vivo Indonesia mengaku akan membentuk tim khusus yang bekerja sama dengan otoritas bandara Hong Kong. Mereka akan mencari tahu penyebab palet kargo berisi ponsel Vivo Y20 yang terbakar hebat itu.
![Ponsel Terbakar di Bandara dan di Embargo Garuda, Begini Komentar Vivo Indonesia]()
”Kami memberikan perhatian tinggi pada hal ini dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan otoritas lokal terkait untuk mencari tahu penyebabnya,” ujar Vivo Indonesia dalam pernyataannya, Rabu (14/4).
Pabrikan asal China itu menyebut akan terus memberikan informasi terkini. Mereka juga berjanji memastikan produk-produknya akan sampai ke tangan konsumen dengan aman. ”Kami memastikan bahwa produk kami yang sampai di tangan konsumen memiliki standar keamanan dan kualitas tertinggi,” ucapnya.
Buntut terbakarnya ponsel Vivo Y20 di apron/pelataran pesawat Bandara Hong Kong, Hong Kong Air Cargo telah melarang pengiriman yang dilakukan oleh dua perusahaan kargo lokal, yakni Cargo Link Logistics HK dan Sky Pacific Logistics HK.
Ponsel Vivo juga dilarang masuk bandara Internasional Hong Kong sampai ada pemberitahuan selanjutnya.
BACA JUGA: Buntut Insiden Terbakar, Semua Tipe Ponsel Vivo Dilarang Masuk Kargo Garuda Indonesia
Menanggapi hal tersebut, Vivo Indonesia mengaku akan membentuk tim khusus yang bekerja sama dengan otoritas bandara Hong Kong. Mereka akan mencari tahu penyebab palet kargo berisi ponsel Vivo Y20 yang terbakar hebat itu.

”Kami memberikan perhatian tinggi pada hal ini dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan otoritas lokal terkait untuk mencari tahu penyebabnya,” ujar Vivo Indonesia dalam pernyataannya, Rabu (14/4).
Pabrikan asal China itu menyebut akan terus memberikan informasi terkini. Mereka juga berjanji memastikan produk-produknya akan sampai ke tangan konsumen dengan aman. ”Kami memastikan bahwa produk kami yang sampai di tangan konsumen memiliki standar keamanan dan kualitas tertinggi,” ucapnya.
Buntut terbakarnya ponsel Vivo Y20 di apron/pelataran pesawat Bandara Hong Kong, Hong Kong Air Cargo telah melarang pengiriman yang dilakukan oleh dua perusahaan kargo lokal, yakni Cargo Link Logistics HK dan Sky Pacific Logistics HK.
Ponsel Vivo juga dilarang masuk bandara Internasional Hong Kong sampai ada pemberitahuan selanjutnya.
Lihat Juga :