Misteri Lightsaber Cahaya Aneh di Malang Pasca Gempa Magnitudo 6,7

Sabtu, 10 April 2021 - 22:18 WIB
loading...
Misteri Lightsaber Cahaya...
Cahaya Aneh di Malang Pasca Gempa Magnitudo 6,7. FOTO/ SC SINDOnews
A A A
MALANG - Pasca gempa bumi dengan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan sekitarnya Sabtu (10/4) sekitar 14.00 WIB ternyata cukup dahsyat. Dan usai gempa terlihat cahaya aneh yang disebut lightsaber

Terlihat beberapa orang netizen mem-posting penampakan sinar berwarna-warni yang muncul di balik gumpalan awan. Sinar aneh tersebut muncul di langit Blitar, pasca gempa magnitudo 6,1 mengguncang kawasan tersebut.

BACA JUGA - Kota Emas Firaun Ditemukan, Semua Mata Dunia Tertuju ke Mesir

Sinar sebagian tertutup oleh awan, yang sendiri menjadi fenomena yang menyebabkan badai di varganet. Lalu bagaimana penjelasan ahli tentang hal ini?

BACA JUGA - Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Ahli Gali Keberadaan Tongkat Nabi Musa

Penampakan cahaya misterius 'lightsaber' di langit Malang Jawa Timur Pasca Gempa Gempa bukanlah suatu yang aneh pasalny pemandanga serupa pernah beberapa kali di beberapa daerah salah satunya di Edmonton, di Alberta Kanada terlihat dengan mata telanjang dan pernah terdeteksi oleh Stasiun Antriksa Inggris (ISS).

Melihat sinar cahaya MISTERI itu warga langsung dilaporkan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Penampakan itu berbentuk satu garis merah dan satu hijau yang pernah terlihat di dekat ISS pada 2016 dan 2017.

Mereka yang telah menyaksikan cahaya Kanada mengakui bahwa mereka tidak tahu apa itu atau dari mana asalnya.

"Apa-apaan itu?" Tanya seorang penonton yang ketakutan ketika dia melihat fenomena langit yang sangat cerah seperti dilansir dari The SUN.

Dan yang lain percaya cahaya seperti "laser" itu terkait dengan HAARP - program militer AS yang dikabarkan untuk memanipulasi cuaca.

Meskipun mereka sangat mirip aurora, mereka tidak terkait dengan Cahaya Utara, yang disebabkan oleh partikel bermuatan listrik dari ruang angkasa.

Sebaliknya, pilar cahaya terjadi pada suhu beku ketika kristal es heksagonal datar terbentuk lebih rendah di atmosfer daripada biasanya.

Fenomena ini diketahui pertama kali di wilayah Marfa, Texas, pada tahun 1957. Saat itu, satu artikel di sebuah majalah menceritakan adanya fenomena misterius berupa penampakan bola cahaya aneh pada malam hari di dekat wilayah tersebut.Kadang bola cahaya ini terlihat berjumlah lebih dari satu, dan juga kadang bola cahaya ini membelah dan bertambah banyak. Biasanya bola-bola cahaya ini berwarna putih, merah, kuning, atau oranye dan bergerak naik turun.

Meski fenomena ini baru dipublikasikan pada tahun 1957, ternyata fenomena ini sudah ada sejak lama. Tahun 1883, penduduk Texas bernama Robert Ellison sedang berkemah di sebelah barat Paisano Pass, Texas. Tak lama kemudian ia mulai menyaksikan cahaya-cahaya aneh berbentuk bola di kejauhan.

Pada mulanya ia mengira kalau cahaya itu adalah sinyal dari suku Indian Apache. Namun setelah memandangnya selama beberapa saat, ia menyadari bahwa cahaya itu bukan seperti yang dipikirkannya. Robert melihat bola cahaya aneh itu menari-menari di atas permukaan tanah.

Penasaran, ia pulang ke rumah dan menceritakan penampakan itu kepada teman-temannya. Salah seorang dari teman Robert kemudian mengatakan kepadanya bahwa cahaya itu memang sering terlihat di tempat itu dan tidak ada seorangpun yang tahu darimana asalnya.

Yang aneh adalah, di dekat munculnya penampakan bola cahaya ini, tak ada ada bangunan, api unggun, aktifitas manusia atau deposit mineral yang bisa menghasillkan cahaya serupa.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Rekomendasi
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved