Tidak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964

Sabtu, 18 April 2020 - 17:51 WIB
loading...
A A A
Di sinilah June berkolaborasi dengan dr. David Tyrrell yang telah mempelajari pencucian hidung dari sukarelawan sebagai bagian dari penelitiannya tentang flu biasa. Timnya menemukan bahwa mereka dapat menumbuhkan beberapa virus yang berhubungan dengan flu biasa, tetapi tidak semua.

Satu sampel khusus – dikenal sebagai B814 – diambil pada tahun 1960 dari pencucian hidung murid sekolah asrama dari Surrey. Tim menemukan gejala flu biasa dapat ditularkan ke sukarelawan mereka. Namun, itu tidak bisa tumbuh dalam kultur sel rutin.

Dengan penelitian sukarela yang menunjukkan bagaimana itu dapat tumbuh dalam kultur organ, dr. Tyrrell bertanya-tanya apakah sampel dapat diperiksa di bawah mikroskop elektron. Suatu bidang di mana June telah mengembangkan keahlian yang luar biasa.

Setelah dikirimi sampel, June dapat melihat partikel virus di dalam spesimen, yang ia gambarkan mirip dengan – tetapi tidak persis seperti – virus influenza.

Pada titik inilah June mengidentifikasi apa yang kemudian dikenal sebagai virus corona manusia pertama, yang dinamai demikian karena ‘halo’ atau ‘mahkota’ yang dapat dideteksi dalam gambar virus.

June menyadari bahwa dia dapat menggunakan antibodi yang diambil dari orang yang sebelumnya terinfeksi untuk menentukan virus. Antibodi tertarik pada antigen-rekannya - jadi ketika June memperkenalkan partikel-partikel kecil yang dilapisi antibodi, mereka akan berkumpul di sekitar virus, mengingatkannya akan keberadaannya. Teknik ini memungkinkan dokter untuk menggunakan mikroskop elektron sebagai cara untuk mendiagnosis infeksi virus pada pasien.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
Rekomendasi
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved