Jika Tak Segera Ditangani, Gelombang Panas Mematikan Akan Melanda Asia Selatan
Kamis, 25 Maret 2021 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Dalam studi baru, para peneliti menggunakan simulasi iklim dan proyeksi pertumbuhan populasi di masa depan untuk memperkirakan jumlah orang yang akan mengalami tingkat stres panas yang berbahaya di Asia Selatan pada tingkat pemanasan 1,5 dan 2 derajat Celcius.
Analisis mereka menunjukkan pada 2 derajat pemanasan , paparan populasi terhadap suhu tenaga kerja yang tidak aman akan meningkat lebih dari dua kali lipat, dan paparan suhu mematikan meningkat 2,7 kali lipat, dibandingkan dengan tahun-tahun terakhir.
"Bahkan pada 1,5 derajat, Asia Selatan akan memiliki konsekuensi serius dalam hal tekanan panas," kata Ashfaq. "Itulah mengapa ada kebutuhan untuk secara radikal mengubah lintasan emisi gas rumah kaca saat ini," katanya. (Baca juga: Selangkah Lagi, Misteri Asal-usul Kehidupan di Bumi Akan Terungkap)
Hasilnya berbeda dengan penelitian serupa yang dilakukan pada 2017, yang memperkirakan gelombang panas bersuhu mematikan akan terjadi di Asia Selatan menjelang akhir abad ke-21. Para peneliti menduga studi sebelumnya terlalu konservatif, karena gelombang panas mematikan telah melanda wilayah itu di masa lalu.
Pada 2015, sebagian besar Pakistan dan India mengalami gelombang panas paling mematikan kelima dalam sejarah yang tercatat, yang menyebabkan sekitar 3.500 kematian akibat suhu panas ekstrim.
Analisis mereka menunjukkan pada 2 derajat pemanasan , paparan populasi terhadap suhu tenaga kerja yang tidak aman akan meningkat lebih dari dua kali lipat, dan paparan suhu mematikan meningkat 2,7 kali lipat, dibandingkan dengan tahun-tahun terakhir.
"Bahkan pada 1,5 derajat, Asia Selatan akan memiliki konsekuensi serius dalam hal tekanan panas," kata Ashfaq. "Itulah mengapa ada kebutuhan untuk secara radikal mengubah lintasan emisi gas rumah kaca saat ini," katanya. (Baca juga: Selangkah Lagi, Misteri Asal-usul Kehidupan di Bumi Akan Terungkap)
Hasilnya berbeda dengan penelitian serupa yang dilakukan pada 2017, yang memperkirakan gelombang panas bersuhu mematikan akan terjadi di Asia Selatan menjelang akhir abad ke-21. Para peneliti menduga studi sebelumnya terlalu konservatif, karena gelombang panas mematikan telah melanda wilayah itu di masa lalu.
Pada 2015, sebagian besar Pakistan dan India mengalami gelombang panas paling mematikan kelima dalam sejarah yang tercatat, yang menyebabkan sekitar 3.500 kematian akibat suhu panas ekstrim.
(ysw)
Lihat Juga :