Juni, Vaksin COVID-19 Dalam Bentuk Pil Akan Mulai Uji Klinis
Selasa, 23 Maret 2021 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Kidron mengatakan, vaksin COVID-19 ini dapat dikirim dalam lemari es normal dan disimpan pada suhu kamar. "Ini membuatnya lebih mudah secara logistik untuk mendapatkannya di mana pun di seluruh dunia," katanya.
Dalam email ke Insider, Prof Paul Hunter dari University of East Anglia, menyampaikan catatan kehati-hatiannya. "Kami membutuhkan studi yang benar untuk membuktikan manfaat [vaksin oral]," katanya. Kendati begitu, vaksin oral ini mungkin bisa diterima bagi orang yang fobia terhadap jarum suntik.
"Hasil penelitian pada hewan mungkin menggembirakan tapi jangan berasumsi bahwa hasil pada hewan bisa langsung diterjemahkan baik pula untuk manusia. Untuk itu kami membutuhkan uji klinis pada manusia untuk memastikannya," katanya. (Baca juga: Selangkah Lagi, Misteri Asal-Usul Kehidupan di Bumi Akan Terungkap)
Jenis lain dari vaksin generasi kedua yang sedang dilakukan penelitian adalah dengan inhaler. Ilmuwan juga mempelajari apakah vaksin dapat dikirimkan melalui tambalan.
Sejauh ini, satu-satunya tes vaksin COVID-19 oral yang dilakukan pada manusia belum berhasil. Pada akhir tahun 2020, sebuah perusahaan bernama Vaxart mengumumkan hasil yang baik pada uji coba pada hewan, namun pada uji coba manusia yang pertama hasilnya mengecewakan.
Dalam email ke Insider, Prof Paul Hunter dari University of East Anglia, menyampaikan catatan kehati-hatiannya. "Kami membutuhkan studi yang benar untuk membuktikan manfaat [vaksin oral]," katanya. Kendati begitu, vaksin oral ini mungkin bisa diterima bagi orang yang fobia terhadap jarum suntik.
"Hasil penelitian pada hewan mungkin menggembirakan tapi jangan berasumsi bahwa hasil pada hewan bisa langsung diterjemahkan baik pula untuk manusia. Untuk itu kami membutuhkan uji klinis pada manusia untuk memastikannya," katanya. (Baca juga: Selangkah Lagi, Misteri Asal-Usul Kehidupan di Bumi Akan Terungkap)
Jenis lain dari vaksin generasi kedua yang sedang dilakukan penelitian adalah dengan inhaler. Ilmuwan juga mempelajari apakah vaksin dapat dikirimkan melalui tambalan.
Sejauh ini, satu-satunya tes vaksin COVID-19 oral yang dilakukan pada manusia belum berhasil. Pada akhir tahun 2020, sebuah perusahaan bernama Vaxart mengumumkan hasil yang baik pada uji coba pada hewan, namun pada uji coba manusia yang pertama hasilnya mengecewakan.
(ysw)
Lihat Juga :