Buru Kelelawar, Peneliti Filipina Berharap Bisa Hentikan Pandemi
Selasa, 23 Maret 2021 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Spesies inang, seperti kelelawar, biasanya tidak menunjukkan gejala patogen, meski dapat merusak jika ditularkan ke manusia atau hewan lain.
Virus mematikan yang berasal dari kelelawar termasuk Ebola dan virus corona lainnya, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).
Paparan manusia dan interaksi yang lebih dekat dengan satwa liar berarti risiko penularan penyakit sekarang lebih tinggi dari sebelumnya, kata ahli ekologi kelelawar Kirk Taray. (Baca juga: Selangkah Lagi, Misteri Asal-Usul Kehdiupan di Bumi akan Terungkap)
“Dengan memiliki data dasar tentang sifat dan kemunculan virus yang berpotensi zoonosis pada kelelawar, entah bagaimana kami dapat memprediksi kemungkinan wabah.”
Virus mematikan yang berasal dari kelelawar termasuk Ebola dan virus corona lainnya, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).
Paparan manusia dan interaksi yang lebih dekat dengan satwa liar berarti risiko penularan penyakit sekarang lebih tinggi dari sebelumnya, kata ahli ekologi kelelawar Kirk Taray. (Baca juga: Selangkah Lagi, Misteri Asal-Usul Kehdiupan di Bumi akan Terungkap)
“Dengan memiliki data dasar tentang sifat dan kemunculan virus yang berpotensi zoonosis pada kelelawar, entah bagaimana kami dapat memprediksi kemungkinan wabah.”
(ysw)
Lihat Juga :