Penyintas Covid-19 di Inggris Kini Menderita Gangguan Pendengaran
Senin, 22 Maret 2021 - 19:43 WIB
loading...
Foto/Express.co.uk
A
A
A
LONDON - Sejumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Inggris diketahui mengalami masalah pendengaran. Para dokter kini sedang mengumpulkan data untuk mengatasi masalah baru ini.
Para peneliti dari Universitas Manchester dan Pusat Penelitian Biomedis Manchester, mengumpulkan data dari 24 studi yang mengidentifikasi hubungan antara virus corona dan masalah pendengaran dan vestibular. Mereka memperkirakan antara tujuh dan 15 persen orang yang terinfeksi virus menderita beberapa masalah pendengaran. (Baca: Eropa Wilayah Pertama yang Lampaui 1 Juta Kematian Akibat Covid-19)
Mengutip Express.co.uk , dari mereka yang terinfeksi Covid-19 , para ilmuwan memperkirakan 7,6 persen mengalami gangguan pendengaran. Sedangkan 14,8 persen lainnya diperkirakan menderita tinnitus, telinga berdenging, dan sekitar 7,2 persen diyakini menderita vertigo.
Profesor Kevin Munro, direktur Pusat Audiologi dan Tuli Manchester mengatakan, jika benar bahwa antara 7 - 15 persen penderita Covid-19 mengalami gejala-gejala tersebut, tentunya masalah ini sangat serius untuk segera ditangani. "Ada implikasi besar bagi layanan klinis ke depan," katanya.
Berbicara kepada Sky News, Prof Munro mengatakan para peneliti masih tidak yakin bagaimana Covid-19 menyebabkan masalah pendengaran, tetapi yakin berbagai macam orang terpengaruh. (Baca juga: Disertai Cahaya Terang, Bongkahan Meteorit Meledak di Langit Kuba)
Para peneliti dari Universitas Manchester dan Pusat Penelitian Biomedis Manchester, mengumpulkan data dari 24 studi yang mengidentifikasi hubungan antara virus corona dan masalah pendengaran dan vestibular. Mereka memperkirakan antara tujuh dan 15 persen orang yang terinfeksi virus menderita beberapa masalah pendengaran. (Baca: Eropa Wilayah Pertama yang Lampaui 1 Juta Kematian Akibat Covid-19)
Mengutip Express.co.uk , dari mereka yang terinfeksi Covid-19 , para ilmuwan memperkirakan 7,6 persen mengalami gangguan pendengaran. Sedangkan 14,8 persen lainnya diperkirakan menderita tinnitus, telinga berdenging, dan sekitar 7,2 persen diyakini menderita vertigo.
Profesor Kevin Munro, direktur Pusat Audiologi dan Tuli Manchester mengatakan, jika benar bahwa antara 7 - 15 persen penderita Covid-19 mengalami gejala-gejala tersebut, tentunya masalah ini sangat serius untuk segera ditangani. "Ada implikasi besar bagi layanan klinis ke depan," katanya.
Berbicara kepada Sky News, Prof Munro mengatakan para peneliti masih tidak yakin bagaimana Covid-19 menyebabkan masalah pendengaran, tetapi yakin berbagai macam orang terpengaruh. (Baca juga: Disertai Cahaya Terang, Bongkahan Meteorit Meledak di Langit Kuba)
Lihat Juga :