Perubahan Iklim, Musim Panas Akan Panjang Jadi 6 Bulan Pada Tahun 2100

Jum'at, 12 Maret 2021 - 09:14 WIB
loading...
Perubahan Iklim, Musim...
Foto: dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemanasan global akan berdampak besar pada aspek kehidupan di Bumi. Sebuah penelitian baru menunjukan, pemanasan global akan mengubah waktu empat musim, dengan musim panas berkepanjangan hingga 6 bulan di Belahan Bumi Utara pada tahun 2100.

Sebaliknya, musim dingin bisa berlangsung kurang dari dua bulan dalam setahun, sementara musim semi dan musim gugur lebih pendek. Perubahan musim yang drastis ini akan berdampak luas pada dunia, mengganggu pertanian dan perilaku hewan, meningkatkan frekuensi gelombang panas, badai dan kebakaran hutan. (Baca: Dampak Perubahan Iklim, Sebagian Besar Spesies di Bumi Akan Mati)

"Nyamuk tropis yang membawa virus kemungkinan besar akan menyebar ke utara dan menyebabkan wabah eksplosif selama musim panas yang lebih lama dan lebih panas," tulis para peneliti dalam penelitian mereka, yang diterbitkan di jurnal Geophysical Research Letters.

Dampak potensial lainnya "meningkatkan urgensi pemahaman" bagaimana musim berubah seiring dengan perubahan iklim, dan apakah transformasi itu akan berlanjut di masa depan.

Untuk mengetahuinya, penulis studi melihat data suhu harian historis dari tahun 1952 hingga 2011 di Belahan Bumi Utara. Secara khusus, mereka ingin melihat bagaimana permulaan musim baru berubah dari tahun ke tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WMO: Kawasan Arab Menghangat...
WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Iran Gunakan Inovasi...
Iran Gunakan Inovasi Penyemaian Awan di Tengah Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Temuan OECD: Sampah...
Temuan OECD: Sampah Plastik Asia Meningkat 70% pada Tahun 2050
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Pendidikan Iklim Sejak...
Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Rekomendasi
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
Perubahan Iklim Jadikan...
Perubahan Iklim Jadikan Bulan Juli 2023 Waktu Terpanas di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved