Rusia dan China Bangun Stasiun Penelitian Bersama di Bulan
Kamis, 11 Maret 2021 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Amerika Serikat sedang mengerjakan proyek Bulan ambisiusnya sendiri dengan program Artemis NASA. Jika semua berjalan sesuai rencana, Artemis akan mengirim astronot ke permukaan Bulan pada pertengahan 2020-an. NASA juga akan membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan dan berjangka panjang di sekitar satelit Bumi itu pada akhir dekade ini.
"NASA berharap pekerjaan seperti itu akan membantunya membawa astronot ke Mars pada tahun 2030-an," kata pejabat NASA.
NASA tidak akan sendirian dengan Artemis. Badan tersebut telah menandatangani kesepakatan dengan banyak mitra di sektor swasta, dan delapan negara lain telah menandatangani Perjanjian Artemis. Ini membuka jalan bagi partisipasi mereka dalam program tersebut.
Namun Rusia dan China bukan di antara penandatangan kesepakatan itu. Rusia telah bekerja secara ekstensif dengan Amerika Serikat di luar angkasa, terutama dalam program Stasiun Luar Angkasa Internasional. Hanya, Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin, baru-baru ini, mengatakan, dua negara tersebut tidak mungkin menjadi mitra Artemis.
China tidak dapat berpartisipasi secara substansial dalam Bulan NASA, setidaknya tidak tanpa undang-undang AS yang baru. Sejak 2011, NASA dan Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih telah dilarang bekerja sama dalam proyek luar angkasa dengan mitra China. Kecuali Kongres menyetujui kerja sama tersebut sebelumnya. Baca juga: 30 Menit 3 Motor Dicuri Sekaligus dari Kosan di Tanjung Duren Jakbar
"NASA berharap pekerjaan seperti itu akan membantunya membawa astronot ke Mars pada tahun 2030-an," kata pejabat NASA.
NASA tidak akan sendirian dengan Artemis. Badan tersebut telah menandatangani kesepakatan dengan banyak mitra di sektor swasta, dan delapan negara lain telah menandatangani Perjanjian Artemis. Ini membuka jalan bagi partisipasi mereka dalam program tersebut.
Namun Rusia dan China bukan di antara penandatangan kesepakatan itu. Rusia telah bekerja secara ekstensif dengan Amerika Serikat di luar angkasa, terutama dalam program Stasiun Luar Angkasa Internasional. Hanya, Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin, baru-baru ini, mengatakan, dua negara tersebut tidak mungkin menjadi mitra Artemis.
China tidak dapat berpartisipasi secara substansial dalam Bulan NASA, setidaknya tidak tanpa undang-undang AS yang baru. Sejak 2011, NASA dan Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih telah dilarang bekerja sama dalam proyek luar angkasa dengan mitra China. Kecuali Kongres menyetujui kerja sama tersebut sebelumnya. Baca juga: 30 Menit 3 Motor Dicuri Sekaligus dari Kosan di Tanjung Duren Jakbar
(iqb)
Lihat Juga :