Arkeolog Temukan Kuburan Korban Pembantaian Berusia 6.200 Tahun di Kroasia
Kamis, 11 Maret 2021 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
Lubang itu kecil, berukuran diameter sekitar dua meter dan dalam satu meter. Dalam lobang sempit itu, setidaknya 41 mayat telah dibuang begitu saja di sana. "Pada awalnya, para arkeolog mengira bahwa jasad itu korban Perang Dunia II atau Perang Kemerdekaan Kroasia pada 1990-an," kata Novak kepada Live Science .
Tapi tidak ada benda kontemporer di lubang itu - hanya pecahan tembikar yang terlihat seperti prasejarah. Dan ketika peneliti memeriksa gigi korban, mereka tidak menemukan tambalan gigi. Penanggalan radiokarbon dari tulang, tanah dan pecahan tembikar mengkonfirmasi usia penguburan tersebut, sekitar 4200 SM. (Baca juga: Permukaan Laut Naik Drastis, Pesisir Jakarta Paling terancam di Asia)
Para peneliti mengidentifikasi 21 korban sebagai anak-anak berusia antara 2 tahun hingga 17 tahun, dan 20 sebagai orang dewasa antara 18 tahun hingga 50 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, 21 dari korban tewas adalah laki-laki dan 20 perempuan.
Novak dan rekan-rekannya mengambil sampel DNA dari sisa-sisa dan menganalisis tulang dari 38 individu. Ketika para peneliti memeriksa mayat-mayat tersebut, mereka menemukan bahwa sebagian besar memiliki setidaknya satu cedera traumatis di bagian belakang tengkorak, dan beberapa tengkorak memiliki sebanyak empat tusukan.
"Para korban meninggal karena kekerasan, bukan karena penyakit menular. Satu-satunya skenario yang masuk akal adalah pembantaian," katanya.
Tapi tidak ada benda kontemporer di lubang itu - hanya pecahan tembikar yang terlihat seperti prasejarah. Dan ketika peneliti memeriksa gigi korban, mereka tidak menemukan tambalan gigi. Penanggalan radiokarbon dari tulang, tanah dan pecahan tembikar mengkonfirmasi usia penguburan tersebut, sekitar 4200 SM. (Baca juga: Permukaan Laut Naik Drastis, Pesisir Jakarta Paling terancam di Asia)
Para peneliti mengidentifikasi 21 korban sebagai anak-anak berusia antara 2 tahun hingga 17 tahun, dan 20 sebagai orang dewasa antara 18 tahun hingga 50 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, 21 dari korban tewas adalah laki-laki dan 20 perempuan.
Novak dan rekan-rekannya mengambil sampel DNA dari sisa-sisa dan menganalisis tulang dari 38 individu. Ketika para peneliti memeriksa mayat-mayat tersebut, mereka menemukan bahwa sebagian besar memiliki setidaknya satu cedera traumatis di bagian belakang tengkorak, dan beberapa tengkorak memiliki sebanyak empat tusukan.
"Para korban meninggal karena kekerasan, bukan karena penyakit menular. Satu-satunya skenario yang masuk akal adalah pembantaian," katanya.
Lihat Juga :