UNESCO Ajak PANDI Promosikan Digitalisasi Aksara Nusantara di Level Dunia
Rabu, 10 Maret 2021 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
"Saya ingin mengkonfirmasi apakah PANDI sudah berhubungan dengan KOMINFO dan KEMENLU? Karena saya yakin lembaga ini sudah mengumpulkan informasi yang relevan dengan tuntutan UNESCO. Saya bisa menghubungkannya ke komisi UNESCO. Komisi UNESCO ada di setiap negara, mereka biasanya ada dibawah kementerian. Apabila di Indonesia mereka ada di bawah KEMENDIKBUD," papar Ming dalam diskusi dengan PANDI secara daring.
Mengenai rekomendasi UNESCO tentang promosi dan penggunaan multibahasa serta akses universal ke dunia maya, ada pelaporan rutin oleh negara-negara anggota ke konferensi umum UNESCO mengenai proses implementasi atau pencapaian yang terkait dengan rekomendasi.
"Meskipun birokrasi di setiap negara sedikit berbeda, mungkin PANDI dapat berkomunikasi dengan KOMINFO mengenai proses yang dilakukan PANDI dalam mempromosikan dan digitalisasi Bahasa Indonesia Asli (Aksara Nusantara) yang harus dilaporkan kembali ke konferensi umum. Ini sangat relevan mengingat Dekade Internasional Bahasa Pribumi (2022-2023) di mulai tahun depan," pungkas Ming.
Pada kesempatan lain, Alicia Nabilla, staf yg dipercayakan menjadi koordinator penghubung antara PANDI dan UNESCO, Menyatakan bahwa PANDI telah berkordinasi dengan pihak KEMENKOMINFO. Sudah mulai dijalin kordinasi antara PANDI dan MENKOMINFO atas arahan Bapak Semmy A Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, tinggal mengatur agenda pembahasan teknis, sebelum kemudian nanti berkordinasi dengan Kementerian Luar Negeri," terang Alicia.
Mengenai rekomendasi UNESCO tentang promosi dan penggunaan multibahasa serta akses universal ke dunia maya, ada pelaporan rutin oleh negara-negara anggota ke konferensi umum UNESCO mengenai proses implementasi atau pencapaian yang terkait dengan rekomendasi.
"Meskipun birokrasi di setiap negara sedikit berbeda, mungkin PANDI dapat berkomunikasi dengan KOMINFO mengenai proses yang dilakukan PANDI dalam mempromosikan dan digitalisasi Bahasa Indonesia Asli (Aksara Nusantara) yang harus dilaporkan kembali ke konferensi umum. Ini sangat relevan mengingat Dekade Internasional Bahasa Pribumi (2022-2023) di mulai tahun depan," pungkas Ming.
Pada kesempatan lain, Alicia Nabilla, staf yg dipercayakan menjadi koordinator penghubung antara PANDI dan UNESCO, Menyatakan bahwa PANDI telah berkordinasi dengan pihak KEMENKOMINFO. Sudah mulai dijalin kordinasi antara PANDI dan MENKOMINFO atas arahan Bapak Semmy A Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika KEMENKOMINFO, tinggal mengatur agenda pembahasan teknis, sebelum kemudian nanti berkordinasi dengan Kementerian Luar Negeri," terang Alicia.
(wbs)
Lihat Juga :