Berdarah-Darah di Pasar, Nokia Pangkas 11.044 Karyawan
Rabu, 10 Maret 2021 - 14:12 WIB
loading...
Jenis ponsel Nokia terbaru/ FOTO/ IST
A
A
A
DALLAS - Popularitas yang sempat dirasakan Nokia ternyata tak bisa menyelematkannya dari persaingan saat ini. Perusahaan asal Finlandia itu masih terus bersusah payah meramu strategi agar dapat terus bertahan di industri teknologi.
Efek yang ditimbulkan pun cenderung signifikan. Nokia dilaporkan telah memecat 11.044 karyawannya di dunia dalam dua tahun terakhir. Tujuannya untuk mengurangi beban tenaga kerja hingga USD597 juta atau sekitar Rp8,5 triliun dalam setahun.
Baca juga: Suhu Udara Meningkat, Bumi Terancam Kemarau Panjang
Melansir dari Gizchina, Rabu (10/3/2021), berdasarkan laporan tahunan yang diumumkan Nokia, pada 2018 perusahaan memiliki 103.083 karyawan. Lalu pada 2019 mengalami penurunan menjadi 98.322 karyawan, dan pada 2020 kembali turun menjadi 92.039 karyawan.
Secara persentase, karyawan Nokia turun 11% dalam dua tahun. Dari seluruh markas yang dimiliki Nokia, pekerja di China yang paling parah terkena imbas pemecatan.
Efek yang ditimbulkan pun cenderung signifikan. Nokia dilaporkan telah memecat 11.044 karyawannya di dunia dalam dua tahun terakhir. Tujuannya untuk mengurangi beban tenaga kerja hingga USD597 juta atau sekitar Rp8,5 triliun dalam setahun.
Baca juga: Suhu Udara Meningkat, Bumi Terancam Kemarau Panjang
Melansir dari Gizchina, Rabu (10/3/2021), berdasarkan laporan tahunan yang diumumkan Nokia, pada 2018 perusahaan memiliki 103.083 karyawan. Lalu pada 2019 mengalami penurunan menjadi 98.322 karyawan, dan pada 2020 kembali turun menjadi 92.039 karyawan.
Secara persentase, karyawan Nokia turun 11% dalam dua tahun. Dari seluruh markas yang dimiliki Nokia, pekerja di China yang paling parah terkena imbas pemecatan.
Lihat Juga :