Geger, Laboratorium di Seluruh Dunia Kekurangan Pasokan Bahan Pengujian
Rabu, 10 Maret 2021 - 05:26 WIB
loading...
A
A
A
Di Inggris Raya, Layanan Kesehatan Nasional memperingatkan masalah pasokan produk termasuk sarung tangan, ujung pipet, dan lemari es. Dalam kasus satu jenis sarung tangan bedah, kekurangannya dikaitkan dengan “peningkatan permintaan selama beberapa bulan terakhir, kekurangan produksi, dan penundaan dalam pengemasan atau sterilisasi”.
Menurut laporan Desember dari Komisi Perdagangan Internasional AS, permintaan sarung tangan di seluruh dunia melebihi pasokan, yakni sekitar 200 miliar pada akhir 2020. Dalam demonstrasi efek pandemi yang luas, salah satu produsen sarung tangan terbesar di dunia, Perusahaan Malaysia Top Glove, yang berbasis di Shah Alam, harus menutup beberapa pabriknya untuk sementara waktu karena wabah COVID-19 di antara para pekerja.
Kekurangan Hewan
Beberapa laboratorium juga melaporkan gangguan pasokan hewan laboratorium. Perusahaan farmasi AS khususnya berebut untuk menemukan monyet rhesus. Kekurangan, yang disebabkan oleh peningkatan permintaan untuk pengujian vaksin dan larangan pengiriman satwa liar dari China, telah menyebabkan beberapa proyek penelitian terhenti dan menginspirasi seruan untuk menjaga pasokan cadangan hewan.
Nasco Education, sebuah perusahaan pemasok ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berbasis di Fort Atkinson, Wisconsin, menghentikan secara bertahap penjualan katak cakar Afrika (Xenopus) hidup, yang digunakan dalam studi biologi perkembangan.
Juru bicara perusahaan Lori Jacoby, menjelaskan, bahwa pesanan anjlok selama penguncian, sehingga kurang layak secara ekonomi untuk terus memelihara katak. Perusahaan tersebut tidak berencana untuk kembali ke bisnis katak hidup, tetapi akan terus menjual hewan selama persediaannya masih ada, yang menurutnya bisa memakan waktu beberapa bulan.
Menurut laporan Desember dari Komisi Perdagangan Internasional AS, permintaan sarung tangan di seluruh dunia melebihi pasokan, yakni sekitar 200 miliar pada akhir 2020. Dalam demonstrasi efek pandemi yang luas, salah satu produsen sarung tangan terbesar di dunia, Perusahaan Malaysia Top Glove, yang berbasis di Shah Alam, harus menutup beberapa pabriknya untuk sementara waktu karena wabah COVID-19 di antara para pekerja.
Kekurangan Hewan
Beberapa laboratorium juga melaporkan gangguan pasokan hewan laboratorium. Perusahaan farmasi AS khususnya berebut untuk menemukan monyet rhesus. Kekurangan, yang disebabkan oleh peningkatan permintaan untuk pengujian vaksin dan larangan pengiriman satwa liar dari China, telah menyebabkan beberapa proyek penelitian terhenti dan menginspirasi seruan untuk menjaga pasokan cadangan hewan.
Nasco Education, sebuah perusahaan pemasok ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berbasis di Fort Atkinson, Wisconsin, menghentikan secara bertahap penjualan katak cakar Afrika (Xenopus) hidup, yang digunakan dalam studi biologi perkembangan.
Juru bicara perusahaan Lori Jacoby, menjelaskan, bahwa pesanan anjlok selama penguncian, sehingga kurang layak secara ekonomi untuk terus memelihara katak. Perusahaan tersebut tidak berencana untuk kembali ke bisnis katak hidup, tetapi akan terus menjual hewan selama persediaannya masih ada, yang menurutnya bisa memakan waktu beberapa bulan.
Lihat Juga :