Antibodi dari 501Y.V2 Mampu Cegah Infeksi Covid-19 dari Varian Lain
Sabtu, 06 Maret 2021 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Salim Abdool Karim, penasihat pemerintah tertinggi untuk COVID-19, mengatakan produsen vaksin besar termasuk Pfizer, AstraZeneca dan Johnson & Johnson sudah membuat vaksin berdasarkan varian 501Y.V2. Moderna telah mengadaptasi memasukkannya ke dalam studi manusia.
Dia memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2021 sebagian besar produsen vaksin akan menyesuaikan vaksin mereka. "Bukan karena mereka secara khusus mengkhawatirkan virus yang berasal dari Afrika Selatan tetapi karena mutasi kunci pada 501Y.V2 sebenarnya juga ada di banyak varian lainnya,” katanya.
Menteri Kesehatan Zweli Mkhize mengatakan hasil penelitian itu sangat memuaskan dan telah membantu pemerintah menanggapi pandemi. (Baca juga: Saingin ISS, China Mulai Bangun Stasiun Luar Angkas Permanen Bulan Depan)
Afrika Selatan sejauh ini mencatat infeksi dan kematian COVID-19 terbanyak di benua Afrika, pada 1,5 juta kasus dan lebih dari 50.000 kematian hingga saat ini.
Dia memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2021 sebagian besar produsen vaksin akan menyesuaikan vaksin mereka. "Bukan karena mereka secara khusus mengkhawatirkan virus yang berasal dari Afrika Selatan tetapi karena mutasi kunci pada 501Y.V2 sebenarnya juga ada di banyak varian lainnya,” katanya.
Menteri Kesehatan Zweli Mkhize mengatakan hasil penelitian itu sangat memuaskan dan telah membantu pemerintah menanggapi pandemi. (Baca juga: Saingin ISS, China Mulai Bangun Stasiun Luar Angkas Permanen Bulan Depan)
Afrika Selatan sejauh ini mencatat infeksi dan kematian COVID-19 terbanyak di benua Afrika, pada 1,5 juta kasus dan lebih dari 50.000 kematian hingga saat ini.
(ysw)
Lihat Juga :