Tabrak Bumi, Asteroid Ukuran 25 Meter Bisa Lenyapkan 1 Kota Beserta Isinya
Jum'at, 05 Maret 2021 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
Tapi semakin besar asteroidnya, semakin banyak kerusakan yang ditimbulkannya. Menurut pendidik Sains, Bill Nye, asteroid dengan diameter antara 25 meter dan 45 meter dapat melenyapkan seluruh kota atau kabupaten.
Asteroid dengan diameter 100 hingga 140 meter bisa melenyapkan seluruh negeri. Asteroid yang lebih besar dari itu bisa melenyapkan seluruh benua. Dan, seperti yang kita ketahui, asteroid yang sangat besar dapat memusnahkan banyak sekali kehidupan.
Karena ruang angkasa yang begitu luas, para astronom memperkirakan ada banyak asteroid besar yang belum terdeteksi manusia. Beberapa astronom memperkirakan bahwa ada sekitar 17.000 asteroid dekat Bumi yang berdiameter lebih dari 140 meter yang tidak terdeteksi. Pada Desember 2018, sebuah meteor meledak di atas Laut Bering. Tidak ada yang menyadari kedatangannya sampai akhirnya meledak.
Untuk mendeteksi asteroid, Bill Nye menyarankan umat manusia membangun satelit khusus. Satelit ini akan ditempatkan di sekitar orbit Venus. Bagian belakang satelit akan mengarah ke Matahari. Dengan cara ini, ia bisa mendeteksi asteroid dengan sinar infra merah.
Bayangkan pesawat luar angkasa ini mendeteksi asteroid yang sedang menuju ke Bumi. Langkah selanjutnya adalah membelokkannya (mengubah arahnya), sehingga tidak akan menabrak Bumi. Salah satu cara untuk membelokkan asteroid adalah dengan mengubah kecepatannya.
Jika sebuah asteroid melaju 10 km/detik, mengurangi kecepatannya sebesar 2 mm/detik sudah cukup untuk membelokkannya. Karena asteroid bisa sangat besar, mengubah kecepatannya bahkan sedikit pun dapat membuatnya berubah arah.
Jangan lupa, sebuah asteroid bisa memiliki berat 10.000 ton atau bahkan 100.000 ton. Mengubah kecepatan benda sebesar itu akan membutuhkan banyak tenaga!
Asteroid dengan diameter 100 hingga 140 meter bisa melenyapkan seluruh negeri. Asteroid yang lebih besar dari itu bisa melenyapkan seluruh benua. Dan, seperti yang kita ketahui, asteroid yang sangat besar dapat memusnahkan banyak sekali kehidupan.
Karena ruang angkasa yang begitu luas, para astronom memperkirakan ada banyak asteroid besar yang belum terdeteksi manusia. Beberapa astronom memperkirakan bahwa ada sekitar 17.000 asteroid dekat Bumi yang berdiameter lebih dari 140 meter yang tidak terdeteksi. Pada Desember 2018, sebuah meteor meledak di atas Laut Bering. Tidak ada yang menyadari kedatangannya sampai akhirnya meledak.
Untuk mendeteksi asteroid, Bill Nye menyarankan umat manusia membangun satelit khusus. Satelit ini akan ditempatkan di sekitar orbit Venus. Bagian belakang satelit akan mengarah ke Matahari. Dengan cara ini, ia bisa mendeteksi asteroid dengan sinar infra merah.
Bayangkan pesawat luar angkasa ini mendeteksi asteroid yang sedang menuju ke Bumi. Langkah selanjutnya adalah membelokkannya (mengubah arahnya), sehingga tidak akan menabrak Bumi. Salah satu cara untuk membelokkan asteroid adalah dengan mengubah kecepatannya.
Jika sebuah asteroid melaju 10 km/detik, mengurangi kecepatannya sebesar 2 mm/detik sudah cukup untuk membelokkannya. Karena asteroid bisa sangat besar, mengubah kecepatannya bahkan sedikit pun dapat membuatnya berubah arah.
Jangan lupa, sebuah asteroid bisa memiliki berat 10.000 ton atau bahkan 100.000 ton. Mengubah kecepatan benda sebesar itu akan membutuhkan banyak tenaga!
Lihat Juga :