Perusahaan Sebaiknya Ikut Membantu Menghapus Jejak Karbon

Jum'at, 05 Maret 2021 - 07:49 WIB
loading...
Perusahaan Sebaiknya...
Pada 2020, Signify mencapai netralitas karbon untuk semua operasionalnya di seluruh dunia dan menggunakan 100% listrik terbarukan. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Jejak karbon ikut berkontribusi terhadap perubahan iklim karena mencemari atmosfir Bumi . Untuk itu perlu peran dari perusahaan swasta untuk mewujudkannya. Baca juga: Diambang Kehancuran, Bumi Akan Bertambah Panas Akibat Emisi Karbon

Di bidang ini, Signify salah satu perusahaan yang bisa memangkas jejak karbon. Mereka sukses menyelesaikan program keberlanjutannya Brighter Lives, Better World 2020, melampaui sebagian besar komitmen yang ditetapkan saat meluncurkan program pada 2016.

Pada 2020, mereka mencapai netralitas karbon untuk semua operasionalnya di seluruh dunia dan menggunakan 100% listrik terbarukan. Perusahaan juga menghasilkan 84% pendapatan dari produk, sistem, dan layanan yang hemat energi, melebihi target 80%.

Selain itu, perusahaan tidak menghasilkan limbah yang dibuang ke TPA di semua lokasi produksi. Dengan tingkat kinerja keberlanjutan pemasok sebesar 99%, Signify melebihi target tahun 2020 sebesar 90% dengan baik.

Pabrikan asal Belanda itu ingin memastikan tempat kerja yang aman dan sehat bagi karyawan, dan mewujudkan kinerja keselamatan terbaik yang pernah ada dengan total tingkat kasus tercatat sebesar 0,22, jauh di bawah target 0,35.

“Kami sangat senang menumumkan bahwa kami telah berhasil mencapai semua komitmen tahun 2020! Kami semua di Signify dengan bangga menyampaikan tonggak ambisius kami terkait netralitas karbon, pendapatan berkelanjutan, keselamatan, keberlanjutan pemasok, dan nol limbah ke TPA,” kata Nicola Kimm, Head of Sustainability, Environment, Health & Safety di Signify.

Sekarang, lanjut dia, mereka bertolak memulai perjalanan lima tahun yang baru untuk menggandakan dampak positifnya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Semua pencapaian tahun 2020 Signify berkontribusi pada enam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka mengklaim memberikan dampak terbesar:

Pendapatan berkelanjutan:
- 84% pendapatan dari portofolio produk, sistem, dan layanan berkelanjutan, melebihi target tahun 2020 sebesar 80%.
- Sebanyak 2,923 miliar lampu dan luminer LED telah dikirimkan kepada pelanggan sejak 2015, mencegah pelepasan 72.988 kiloton CO2.

Operasi berkelanjutan:
- Netralitas karbon untuk semua operasional di seluruh dunia.
- Penggunaan 100% listrik terbarukan.
- Nol limbah ke TPA di semua lokasi produksi.
- Kinerja keselamatan terbaik yang pernah ada (total tingkat kasus tercatat 0,22, target <0,35).
- Tingkat kinerja 99% dalam keberlanjutan pemasok (target 90%).
- Menerangi kehidupan 6 juta orang melalui perluasan pencahayaan tenaga surya.
- Mendukung 9.266 pengusaha dengan pengembangan keterampilan teknis dan bisnis sejak 2017

Pada September 2020, Signify meluncurkan program Brighter Lives, Better World 2025 baru, dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai pedoman arah strategis. Program ini menetapkan komitmen yang lebih ambisius.

"Kami akan menggandakan dampak positif kami terhadap masyarakat dan lingkungan. Kami mengambil perspektif rantai nilai dan meningkatkan fokus kami pada dampak positif pencahayaan," tambahnya. Baca juga: Arus Teluk Melambat ke 'Titik Kritis', Iklim Bumi Bisa Kacau Balau
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Pendidikan Iklim Sejak...
Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang
Grab Pamer Angka Hijau...
Grab Pamer Angka Hijau Fantastis, tapi Cukupkah untuk Menebus Dosa Asap di Jalanan?
Panas Ekstrem di Indonesia...
Panas Ekstrem di Indonesia Bakal Berlangsung Lebih Lama
5 Negara dengan Polusi...
5 Negara dengan Polusi Udara Terkotor di Dunia
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
Rekomendasi
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Berita Terkini
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Infografis
Xi Mingze: Jejak Senyap...
Xi Mingze: Jejak Senyap Putri Tunggal Presiden China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved