Apa yang Terjadi Ketika Orang Tertular 2 Strain Virus COVID-19 Sekaligus?

Kamis, 04 Maret 2021 - 16:35 WIB
loading...
A A A
Terjadinya mutasi ini tergantung pada replikasi yang rawan kesalahan yang digunakan virus. Virus RNA , seperti influenza dan hepatitis C, menghasilkan kesalahan dalam jumlah yang relatif besar setiap kali bereplikasi. Ini menciptakan "spesies semu" dari populasi virus, seperti sekumpulan virus, masing-masing dengan urutan yang terkait tetapi tidak identik. (Baca juga: Gali Inti Terdalam Bumi, Ilmuwan Australia Ungkap Misteri Tak Terduga)

Dibandingkan dengan virus RNA lainnya, virus corona memiliki tingkat mutasi yang lebih rendah. Ini karena mereka dilengkapi dengan mekanisme proofreading yang dapat memperbaiki beberapa kesalahan yang terjadi selama replikasi. Meski demikian, terdapat bukti keragaman genetik virus pada pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2.

Dalam penelitian di Brasil yang disebutkan di atas, varian yang diidentifikasi sesuai dengan garis keturunan berbeda yang sebelumnya telah terdeteksi dalam populasi, menyiratkan koinfeksi oleh dua varian. Koinfeksi ini telah membuka kekhawatiran SARS-CoV-2 mendapatkan mutasi baru lebih cepat.

Ini karena virus corona juga dapat mengalami perubahan besar dalam urutan genetiknya melalui proses yang disebut rekombinasi. Ketika dua virus menginfeksi sel yang sama, mereka dapat menukar sebagian besar genom mereka satu sama lain dan membuat urutan yang benar-benar baru. (Baca juga: Ilmuwan Rusia Pernah Coba Ciptakan Makhluk Hibrid Campuran Manusia dan Kera)

Bukti rekombinasi telah ditemukan baik di laboratorium maupun pada pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2, yang menunjukkan bahwa hal ini dapat mendorong generasi varian baru. Faktanya, kemampuan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel manusia dikembangkan melalui rekombinasi protein lonjakan antara virus corona hewan yang terkait erat.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Prancis Deteksi Varian...
Prancis Deteksi Varian Baru Covid-19 untuk Pertama Kalinya
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Besok, Luis Figo Siap...
Besok, Luis Figo Siap Meriahkan Pesta Bola Dunia 2026
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Tak Sekadar Hilangkan...
Tak Sekadar Hilangkan Bau Badan, Deodoran Tawas Dorong Gaya Hidup Sehat
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Infografis
5 Negara Muslim yang...
5 Negara Muslim yang Bakal Terseret jika Perang Dunia III Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved