Korea Selatan Selidiki Kematian 2 Warganya Setelah Divaksin COVID

Rabu, 03 Maret 2021 - 23:48 WIB
loading...
Korea Selatan Selidiki...
AstraZeneca mengetahui penyelidikan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) terkait kematian dua warganya setelah divaksin AstraZeneca. Foto/ist
A A A
SEOUL - Otoritas Korea Selatan sedang menyelidiki kematian dua orang warganya setelah beberapa hari menerima vaksin COVID-19 dari AstraZeneca . Baca juga: Sputnik V, Vaksin Corona dari Rusia Bakal Segera Masuk Indonesia

AstraZeneca mengatakan pihaknya mengetahui penyelidikan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA). Tetapi keamanan vaksin telah dipelajari secara ekstensif dalam uji klinis dengan data yang mengonfirmasi bahwa secara umum dapat ditoleransi dengan baik.

“KDCA sedang melakukan survei epidemiologi dengan otoritas lokal yang relevan ... untuk memastikan adanya hubungan dengan inokulasi,” ungkap Direktur KDCA, Jeong Eun-kyeong, dalam sebuah penjelasan seperti dikutip Reuters, Rabu (3/3/2021). Tetapi mereka belum bisa mengonfirmasi hubungan kausal apa pun dengan vaksin tersebut.

"Seorang pasien panti jompo berusia 63 tahun dengan penyakit serebrovaskular, mengalami gejala termasuk demam tinggi, setelah diberi vaksin empat hari lalu," ungkap Jeong.

Pria itu dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar pada hari Selasa. Namun meninggal setelah menunjukkan gejala keracunan darah dan pneumonia, kantor berita Yonhap melaporkan.

"Pasien panti jompo lainnya berusia 50-an dengan gangguan jantung dan diabetes meninggal pada Rabu setelah menderita beberapa kali serangan jantung, setelah menerima vaksin sehari sebelumnya," kata KDCA.

Jeong, mengatakan, tidak ada kasus kematian akibat menerima vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca atau Pfizer/BioNTech.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Hubungan Virus Hanta...
Hubungan Virus Hanta dan Warisan Ilmuwan Korsel Terungkap
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Rekomendasi
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
Kapal Selam Nuklir AS...
Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan, Korea Utara Marah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved