Google Ungkap Hacker Bisa Lakukan Serangan Melalui Font Web Win10

Selasa, 02 Maret 2021 - 08:14 WIB
loading...
Google Ungkap Hacker...
Peneliti Project Zero Google menemukan kerentanan ini dalam API rendering teks yang disebut Microsoft DirectWrite. Foto/Ist
A A A
MOUNTAIN VIEW - Google baru-baru ini mengungkap kerentanan dalam sistem Win10 yang memungkinkan pengguna mengotorisasi perangkat lunak berbahaya untuk mengakses kernel tanpa sepengetahuan mereka. Ini membuat mereka terkena serangan hacker atau peretas. Kerentanan ini berasal dari penyaji font Windows, Microsoft DirectWrite. Baca juga: Leeteuk Super Junior Memohon Para Hacker Tak Mengganggunya

Giz China melaporkan, penyaji font ini digunakan oleh browser web utama seperti Chrome, Firefox, dan Edge sebagai rasterizer font default untuk merender mesin font web. Ini mudah rusak oleh font TrueType yang dibuat khusus, menyebabkan memorinya macet dan rusak.

Setelah ini, program jahat dapat mengakses kernel. Ini akan memungkinkan peretas melakukan operasi sewenang-wenang dari jarak jauh pada sistem target.

Peneliti Project Zero Google menemukan kerentanan ini dalam API rendering teks yang disebut Microsoft DirectWrite. Kode database cacat adalah CVE-2021-24093. Mereka melaporkan kerentanan tersebut ke Pusat Respons Keamanan Microsoft pada bulan November.

Microsoft merespons dengan meluncurkan pembaruan keamanan pada 9 Februari untuk menyelesaikan masalah ini di semua platform yang rentan. Kerentanan keamanan memengaruhi beberapa versi Windows 10 dan Windows Server, hingga versi terbaru 20H2.

Hacker dapat menggunakan CVE-2021-24093 untuk memicu buffer overflow dalam fungsi API fsg_ExecuteGlyph dengan mendorong pengguna target untuk mengunjungi situs web dengan font TrueType perusak yang berbahaya, sehingga memperoleh akses ke kernel Windows.

Giz China menyarankan semua pengguna Microsoft perlu melakukan pembaruan keamanan untuk menghindari serangan dari situs atau perangkat lunak berbahaya ini. Baca juga: NASA: Asteroid Ini Masih Bisa Menghantam Bumi di Tahun 2068
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Rekomendasi
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Berita Terkini
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved