Arus Besar Laut Samudera Atlantik Berubah, Bumi Dalam Bahaya

Senin, 01 Maret 2021 - 21:05 WIB
loading...
Arus Besar Laut Samudera...
Foto/NASA
A A A
JAKARTA - Arus laut Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) sangat penting dalam mengangkut panas dari daerah tropis ke Belahan Bumi Utara. Namun penelitian baru menunjukkan bahwa perubahan iklim dapat membuat AMOC berhenti beroperasi lebih cepat dari yang kita perkirakan.

Itu bisa berdampak besar dan berskala besar di planet ini dalam hal pola cuaca, mengganggu pola pertanian, keanekaragaman hayati, dan stabilitas ekonomi di seluruh dunia yang dipengaruhi oleh AMOC. (Baca: Bahaya Perubahan Iklim, Bill Gates Usulkan Semua Mulai Konsumsi Sapi Sintetis)

Masalahnya adalah kecepatan di mana Bumi memanas dan mencairkan es di Kutub Utara. Kecepatan kenaikan suhu ini berisiko terhadap aktivitas AMOC. "Ini berita yang mengkhawatirkan," kata fisikawan Johannes Lohmann, dari Universitas Kopenhagen di Denmark seperti dikutip Science Alert .

Lohmann dan rekannya Peter Ditlevsen mengadaptasi model perubahan iklim lautan yang ada untuk mempelajari konsekuensi dari peningkatan laju masukan air tawar ke Samudra Atlantik Utara, didorong oleh cepatnya lapisan es Greenland mencair.

Model tersebut menunjukkan bahwa laju perubahan air tawar yang lebih cepat dapat membatalkan AMOC lebih cepat. Efek gas rumah kaca dan mencairnya es di Greenland menyulitkan ilmuwan melindungi sistem iklim dan menjaga pola cuaca global tetap terkendali.

"Titik kritis ini telah ditunjukkan sebelumnya dalam model iklim, di mana air lelehan sangat lambat masuk ke laut," kata Lohmann kepada Molly Taft di Gizmodo. "Pada kenyataannya, peningkatan air lelehan dari Greenland semakin cepat," katanya. (Baca juga: Penemuan Tak Disengaja yang Mampu Mengubah Dunia)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Rekomendasi
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Berita Terkini
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Riset: Adopsi AI di...
Riset: Adopsi AI di Sektor Melesat Berbanding dengan Tata Kelola dan Kendala Infrastruktur
Infografis
Komet 3 Kali Lebih Besar...
Komet 3 Kali Lebih Besar dari Everest Meledak Saat Menuju Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved