Arkeolog Temukan Lukisan Kanguru Berusia 17.300 Tahun di Australia
Rabu, 24 Februari 2021 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Rekan penulis studi tersebut, Dr Sven Ouzman, dari University of Western Australia, menambahkan mungkin ada hubungan antara lukisan kanguru dan seni kuno dari daerah lain. (Baca juga: Orang Tidur Ternyata Bisa Diajak Berkomunikasi, Ini Penjelasannya)
"Gambar kanguru ikonik ini secara visual mirip dengan lukisan batu dari pulau-pulau di Asia Tenggara yang berasal dari lebih dari 40.000 tahun yang lalu, menunjukkan hubungan budaya - dan menunjukkan seni pahat yang lebih tua di Australia," katanya.
![Arkeolog Temukan Lukisan Kanguru Berusia 17.300 Tahun di Australia]()
Awal tahun ini, arkeolog menemukan lukisan gua hewan tertua di dunia, lukisan seekor babi berumur 45.000 tahun itu ditemukan di pulau Sulawesi, Indonesia. Di Afrika Selatan, orat-oret seperti hashtag yang dibuat 73.000 tahun yang lalu diyakini sebagai gambar tertua yang diketahui. (Baca juga: Tegang, Tianwen-1 Sedang Siap-siap Mendarat di Mars)
Cissy Gore-Birch, ketua Balanggarra Aboriginal Corporation, mencatat pentingnya penemuan seni cadas kanguru bagi orang Aborigin dan Australia. “Penting agar pengetahuan dan cerita adat tidak hilang dan terus dibagikan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
"Gambar kanguru ikonik ini secara visual mirip dengan lukisan batu dari pulau-pulau di Asia Tenggara yang berasal dari lebih dari 40.000 tahun yang lalu, menunjukkan hubungan budaya - dan menunjukkan seni pahat yang lebih tua di Australia," katanya.

Awal tahun ini, arkeolog menemukan lukisan gua hewan tertua di dunia, lukisan seekor babi berumur 45.000 tahun itu ditemukan di pulau Sulawesi, Indonesia. Di Afrika Selatan, orat-oret seperti hashtag yang dibuat 73.000 tahun yang lalu diyakini sebagai gambar tertua yang diketahui. (Baca juga: Tegang, Tianwen-1 Sedang Siap-siap Mendarat di Mars)
Cissy Gore-Birch, ketua Balanggarra Aboriginal Corporation, mencatat pentingnya penemuan seni cadas kanguru bagi orang Aborigin dan Australia. “Penting agar pengetahuan dan cerita adat tidak hilang dan terus dibagikan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
(ysw)
Lihat Juga :