Arkeolog Temukan Pabrik Miras Ilegal Milik Rekan Al Capone di Hutan Carolina

Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:15 WIB
loading...
A A A
Untuk menganalisis temuan itu, Parker memanggil sejarawan arsitektur untuk mengukur usia batu bata yang ditemukan. Dari analisa sejarawan, batu itu itu diperkirakan berasal dari tahun 1920-an. (Baca juga: Gunakan Drone, Ilmuwan Ungkap Isi Lubang besar di Siberia)

Menurut Parker, batu bata ini kemungkinan besar mendukung penyulingan minuman keras, di mana ratusan pon gandum hitam, jelai, gula, dan air diangkat di atas api dan dididihkan di dalam wadah logam. Peralatan terpisah, yang dihubungkan dengan selang akan mengeluarkan uap alkohol dan mengembunkannya kembali menjadi cairan.

Benda yang baru ditemukan ini hanyalah salah satu dari beberapa artefak di Hell Hole Swamp yang dikaitkan para arkeolog dengan Villeponteaux. Menurut Parker, warga lokal memiliki properti di dekat hutan, dan dia diyakini telah bekerja dengan Capone untuk membantu gangster terkenal itu menjalankan bisnis minuman keras ilegal dari Carolina Selatan.

Sebuah artikel surat kabar tahun 1926 melaporkan bahwa Villeponteaux adalah salah satu dari tiga pria yang tewas dalam baku tembak berdarah dengan geng pembuat minuman keras saingan yang disebut keluarga McKnight. Menurut Post and Courier, minuman keras di Hell Hole Swamp mungkin telah digunakan selama bertahun-tahun setelah kematian Villeponteaux, dan mungkin bahkan setelah Larangan dicabut pada tahun 1933. (Baca juga: Penis Raksasa Berusia 2.000 Tahun Ditemukan Saat Penggalian Jalan)

Carolina Selatan mengenakan pajak atas minuman legal seharga US$ 4 per galon, menjadikannya salah satu pajak negara bagian paling tinggi di Amerika Serikat. Pabrik ini terus berkembang dan menjadi basis produksi minuman keras ilegal di wilayah tersebut.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Makam Berusia 1.800...
Makam Berusia 1.800 Tahun dengan Harta Karun Langka Ditemukan
Tukang Kayu Memainkan...
Tukang Kayu Memainkan Peran Penting dalam Peradaban Mesopotamia
Arkeolog Temukan Kerangka...
Arkeolog Temukan Kerangka Dikelilingi Emas di Tempat Bersejarah Pompeii
Baru Ditemukan, Situs...
Baru Ditemukan, Situs Kerajaan Mesir Kuno di Gunung Sinai
Temuan Mengejutkan,...
Temuan Mengejutkan, Bangsa Viking Diduga Sudah Mengenal Operasi Plastik
7 Penemuan Misterius...
7 Penemuan Misterius di Tembok Besar China
Komisi I DPRD Kota Bogor...
Komisi I DPRD Kota Bogor Siap Tindak Lanjuti Aduan Warga Terkait Penjualan Miras
Bea Cukai Jateng DIY...
Bea Cukai Jateng DIY Gagalkan Peredaran 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal
Kejati Jatim dan Bea...
Kejati Jatim dan Bea Cukai Musnahkan 36.555 Botol Miras
Rekomendasi
5 Momen Paling Bersejarah...
5 Momen Paling Bersejarah Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Ada Gol 'Tangan Tuhan'
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
28 Perguruan Tinggi...
28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
Berita Terkini
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved