Diklaim Kebal Seumur Hidup, Uji Klinis Vaksin Nusantara Harus Dibuktikan

Jum'at, 19 Februari 2021 - 19:35 WIB
loading...
Diklaim Kebal Seumur...
Ilustrasi Vaksin. FOTO/ Ist
A A A
JAKARTA - Heboh soal vaksin Nusantara, proses awal vaksin Nusantara mulai dikembangkan sejak Oktober 2020. Vaksin COVID-19 yang diprakarsai dr Terawan ini telah melewat uji klinis fase I.

Namun Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Zubairi Djoerban meragukannya.

Baca Juga: Parahnya Cuaca Ekstrem di AS, Bahkan Satelit Cuaca Dibikin Bingung)

" vaksin Nusantara, diklaim menciptakan antibodi seumur hidup. Mana buktinya?" kata Prof Beri di Twitter, belum lama ini.

Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa data uji klinis fase dua vaksin Nusantara, sampai saat ini saja belum ada, apalagi fase ketiga. Jadi, jika mau bicara soal klaim, tentu harus dengan data. Harus dengan evidence based medicine.

"Jangan malah membuat publik bingung," komentarnya.

Bahkan, para ahli dunia pun belum bisa menjawab apakah vaksin Moderna atau Sinovac, bahkan Pfizer antibodinya tahan berapa lama. "Tidak ada itu klaim yang mereka sampaikan bahwa antibodi dari vaksin-vaksin tersebut bisa bertahan enam bulan, satu tahun, apalagi seumur hidup," tegas Prof Beri.

"Sekali lagi, saya mendukung upaya eradikasi seperti vaksin . Tapi, perlihatkan kepada publik datanya. Biar tak gaduh. Vaksin influenza saja bertahan kurang lebih setahun karena dipengaruhi oleh mutasi virusnya," tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Prof Beri mengatakan bahwa dia tak tahu apa motif klaim vaksin Nusantara tersebut dikeluarkan ke publik. "Ada yang tahu?" tanyanya.

V aksin Nusantara, diketahui menggunakan teknologi sel dendritik yang bisa dipersonalisasi untuk satu orang. Singkatnya, vaksin Nusantara diklaim aman bagi orang dengan komorbid.

(Baca Juga: Parahnya Cuaca Ekstrem di AS, Bahkan Satelit Cuaca Dibikin Bingung)

Saat ini vaksin Nusantara sedang menunggu persetujuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) untuk melakukan uji klinis fase 2. Tapi, untuk waktunya Badan POM belum bisa memberi pernyataan karena baru menerima hasil uji klinis fase 1.

Vaksin Nusantara akan memasuki uji klinis fase II dengan jumlah relawan sebanyak 180 orang. Nantinya, akan dilakukan juga uji klinis fase ketiga untuk penentuan dosis.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Prancis Deteksi Varian...
Prancis Deteksi Varian Baru Covid-19 untuk Pertama Kalinya
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved