Indonesia Punya Potensi Panas Bumi 40 Persen dari Cadangan Dunia
Jum'at, 19 Februari 2021 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu Pemerintah Islandia memilih untuk mengubah kebijakan energinya dari yang berbasis minyak bumi menjadi berbasis hidro dan panas bumi. Ketika krisis minyak berakhir di tahun 1980-an, negara-negara lain kembali kepada minyak bumi, tapi Islandia tetap konsisten dengan pengembangan panas Bumi dan terus membuat kemajuan dalam pengembangan energi terbarukan.
Sukses pengembangan dan pengelolaan panas bumi juga terjadi di beberapa negara lain seperti Meksiko, Filipina, dan Selandia Baru. Berbagai tantangan dalam pengembangan dan pengelolaan energi panas bumi juga telah dialami, tidak terkecuali di Indonesia, yang belakangan juga sempat ada dinamika sosial di Banten dan terakhir insiden paparan H2S yang terjadi di lapangan panas Bumi Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada 25 Januari 2021.
“Kami sangat prihatin dan mengucapkan duka yang mendalam kepada para korban dan Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) atas insiden yang terjadi di tanggal 25 Januari 2021 tersebut,” kata Prijandaru Effendi, Ketua Umum Asosiasi Panas-bumi Indonesia (API).
“Kami sangat menghormati investigasi yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak yang berwenang dan tentunya hasil dari investigasi tersebut akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga, dan perbaikan di bidang keselamatan kerja dan lindungan lingkungan bagi SMGP maupun pengembang panas Bumi lainnya,” tambah Prijandaru.
Prijandaru juga menegaskan pengembangan energi panas Bumi harus tetap berjalan, karena selain sudah terbukti aman, bersih dan sustainable (berkelanjutan), pengembangannya saat ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 11 juta ton CO2 per tahun dan menghemat cadangan devisa negara sekitar USD2 Milliar dalam setahun, serta masih banyak multiplier effect lainnya. Misal, berkembangnya perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pengembangan panas Bumi.
"Hampir semua pengembangan panas Bumi berada di pegunungan yang sangat terbatas akses infrastrukturnya, dan pengembang panas Bumi melakukan pengembangan infrastruktur untuk bisa mengembangkan panas bumi di wilayah itu. Dan setelah operasi juga melakukan pembayaran bonus produksi langsung ke rekening pemerintah daerah,” tambah Prijandaru.
Walaupun energi panas Bumi merupakan energi yang berkearifan lokal, in situ, bersih dan ramah lingkungan serta handal karena bisa menjadi beban dasar (base load) bagi sistem kelistrikan PT PLN (Persero).
Sukses pengembangan dan pengelolaan panas bumi juga terjadi di beberapa negara lain seperti Meksiko, Filipina, dan Selandia Baru. Berbagai tantangan dalam pengembangan dan pengelolaan energi panas bumi juga telah dialami, tidak terkecuali di Indonesia, yang belakangan juga sempat ada dinamika sosial di Banten dan terakhir insiden paparan H2S yang terjadi di lapangan panas Bumi Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada 25 Januari 2021.
“Kami sangat prihatin dan mengucapkan duka yang mendalam kepada para korban dan Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) atas insiden yang terjadi di tanggal 25 Januari 2021 tersebut,” kata Prijandaru Effendi, Ketua Umum Asosiasi Panas-bumi Indonesia (API).
“Kami sangat menghormati investigasi yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak yang berwenang dan tentunya hasil dari investigasi tersebut akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga, dan perbaikan di bidang keselamatan kerja dan lindungan lingkungan bagi SMGP maupun pengembang panas Bumi lainnya,” tambah Prijandaru.
Prijandaru juga menegaskan pengembangan energi panas Bumi harus tetap berjalan, karena selain sudah terbukti aman, bersih dan sustainable (berkelanjutan), pengembangannya saat ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 11 juta ton CO2 per tahun dan menghemat cadangan devisa negara sekitar USD2 Milliar dalam setahun, serta masih banyak multiplier effect lainnya. Misal, berkembangnya perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pengembangan panas Bumi.
"Hampir semua pengembangan panas Bumi berada di pegunungan yang sangat terbatas akses infrastrukturnya, dan pengembang panas Bumi melakukan pengembangan infrastruktur untuk bisa mengembangkan panas bumi di wilayah itu. Dan setelah operasi juga melakukan pembayaran bonus produksi langsung ke rekening pemerintah daerah,” tambah Prijandaru.
Walaupun energi panas Bumi merupakan energi yang berkearifan lokal, in situ, bersih dan ramah lingkungan serta handal karena bisa menjadi beban dasar (base load) bagi sistem kelistrikan PT PLN (Persero).
Lihat Juga :