Media Australia Menang Banyak, Google Guyur Jutaan Dolar untuk Berita

Kamis, 18 Februari 2021 - 13:47 WIB
loading...
Media Australia Menang...
Perusahaan media Australia mengeluh tidak diberi kompensasi yang adil untuk artikel dan konten lain, yang menghasilkan pendapatan iklan untuk platform seperti Google dan Facebook. Kini Google membayar konten berita mereka. Foto/Ist
A A A
SYDNEY - Hanya dalam beberapa pekan setelah Google mengancam angkat kaki dari Australia lantaran harus membayar berita yang ditampilkan di platform-nya, Google tiba-tiba menghujani uang para pengkritiknya di sana. Baca juga: Sejarah Google yang Hebat Dibangun dari Komputer Bekas dan Diskonan

Google telah berusaha untuk menumpulkan dampaknya dengan membuat kesepakatan sendiri dengan perusahaan media, termasuk mengucurkan dana puluhan juta dolar per tahun. Sebelumnya, perusahaan media Australia telah mengeluh selama bertahun-tahun bahwa mereka tidak diberi kompensasi yang adil untuk artikel dan konten lain, yang menghasilkan pendapatan iklan untuk platform seperti Google dan Facebook . Keluhan yang sebagian besar diabaikan oleh perusahaan teknologi global lainnya.

Kepanikan Google untuk segera membayar kompensasi di Australia, menunjukkan bagaimana peraturan di sebuah negara dapat secara tajam mengubah perilaku raksasa teknologi global yang tumbuh dengan impunitas di negara asalnya, Amerika Serikat.

Padahal, di AS jurnalisme tampaknya memiliki lebih sedikit teman di lingkungan kekuasaan. Di sana, momentum regulasi telah bergerak ke arah lain, berfokus pada potensi kasus anti-trust atau undang-undang yang akan meminta pertanggungjawaban perusahaan media atas apa yang diberitakan di platform mereka.

“Eksperimen regulasi Australia sangat menarik. Jika berhasil, saya pikir akan diikuti oleh beberapa negara lain, tetapi saya ragu AS akan berada di daftar tersebut,” kata Daniel Gervais, mantan pejabat hukum di Organisasi Perdagangan Dunia yang sekarang mengajar di Vanderbilt Law School di Tennessee, dikutip dari The New York Times, Kamis (18/2/2021).

Sepertinya tidak mengherankan jika Pemerintah Australia melihat perusahaan teknologi AS seperti Google mendapat dukungan dibandingkan media nasional di sana. Karena dinilai tidak melakukan kebaikan apa pun dengan mencoba menghindar dari pajak daerah.

“Kami (Australia) memiliki hal simbiosis yang aneh antara bisnis berita dan pemerintah saat ini,” kata Jim Minifie, ekonom Lateral Economics, sebuah perusahaan konsultan yang berspesialisasi dalam kebijakan publik digital. Baca juga: Foto-foto Indah Fenomena Pilar Matahari yang Terjadi di Awal 2021
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram Perlu Memperhatikan Hal Ini
Facebook Mengalami Kesalahan...
Facebook Mengalami Kesalahan Aneh, Ini yang Terjadi
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Dorong Literasi AI,...
Dorong Literasi AI, Google Indonesia Lantik 2.000 Student Ambassadors
Dewi Perssik Polisikan...
Dewi Perssik Polisikan Akun Facebook Pencatut Nama, Terancam 10 Tahun Penjara
Rekomendasi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
7 Manfaat Pisang Hijau...
7 Manfaat Pisang Hijau untuk Kesehatan yang Tak Banyak Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved