Badan Antariksa Eropa Buka Kesempatan Bagi Disabilitas Jadi Astronaut

Selasa, 16 Februari 2021 - 22:25 WIB
loading...
A A A
Sedangkan di kursi kepemimpinan dalam misi ruang angkasa robotik, seperti ilmuwan proyek dan manajer proyek sebagian besar masih laki-laki. Hanya 16% dari pelamar astronot ESA terakhir pada tahun 2008 adalah perempuan. Agensi ingin melihat peningkatan yang dramatis kali ini. Aplikasi perekrutan diterima dari 31 Maret hingga 28 Mei.

Untuk memenuhi syarat, kandidat harus memiliki gelar master (atau lebih tinggi) dalam Ilmu Pengetahuan Alam, Kedokteran, Teknik, Matematika atau Ilmu Komputer, serta memenuhi syarat sebagai pilot uji eksperimental.

"Mereka harus fasih berbahasa Inggris dengan pengetahuan yang baik tentang bahasa kedua. Tidak masalah apa bahasa kedua itu, tetapi harus bahasa kedua," kata Lucy van der Tas, kepala akuisisi bakat ESA.

Kemampuan berbicara bahasa Rusia - bahasa lain yang digunakan di stasiun luar angkasa - akan menjadi bagian dari program pelatihan. Proses rekrutmen harus melihat setidaknya empat orang langsung masuk ke korps astronot Esa, yang berbasis di Cologne, Jerman. (Baca juga: Astronok Mencari Polusi di Tata Surya Untuk memburu Keberadaan Alien)

Selain merekrut penyandang disabilitas, ESA juga akan merekrut 20 calon astronaut baru untuk cadangan. Mereka akan dikontrak untuk setiap saat bersedia dipanggil jika ada astronaut yang pensiun atau karena masing-masing negara anggota ESA ingin menjalankan misi nasional ke ISS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
NASA Temukan Batuan...
NASA Temukan Batuan Aneh Berbentuk Sisik Naga di Mars
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Ternyata Bawa iPhone 17 Pro Max ke Bulan
Astronot Artemis II...
Astronot Artemis II Berhasil Ungkap Sisi Tergelap Bulan
Bulan Sejajar Terjadi...
Bulan Sejajar Terjadi Tepat di Atas Kakbah, Fenomena Ini Jadi Kalibrasi Arah Kiblat
Bulan Semakin Menjauh...
Bulan Semakin Menjauh dari Bumi Ini yang Terjadi pada Waktu dalam Sehari
Pijar Foundation dan...
Pijar Foundation dan Unand Dorong Pendidikan Tinggi Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Unik! Katy Perry Gunakan...
Unik! Katy Perry Gunakan Topeng Astronot di Met Gala 2026
Cerita Haru Karyawan...
Cerita Haru Karyawan Difabel Rokok HS: Dulu Sering Ditolak Kerja, Kini Bisa Lunasi Utang
Rekomendasi
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved