Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
Senin, 18 Mei 2020 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
"Ini memungkinkan robot untuk berpacu melintasi permukaan, artinya kakinya meninggalkan tanah," tambahnya.
Para peneliti sebelumnya telah membuat robot lunak yaitu Crawler. Pergerakan dan kecepatan robot ini masih dibatasi sehingga kaki-kakinya masih bersentuhan dengan tanah setiap saat.
Hingga saat ini, robot lunak tercepat di dunia hanya dapat bergerak dengan kecepatan hingga 0,8 panjang tubuhnya per detik. Gerakan itupun hanya dapat dilakukan di permukaan yang rata dan padat.
Para peneliti NCSU membuat kelas baru robot lunak yang disebut dengan Leveraging Elastic instability for Amplified Performance atau LEAP. LEAP mampu bergerak dengan kecepatan hingga 2,7 panjang tubuhnya per detik pada frekuensi aktuasi rendah sekitar 3Hz. Artinya, ini bergerak tiga kali lebih cepat.
Robot LEAP memiliki ukuran dengan panjang sekitar 7 sentimeter dan berat sekitar 45 gram. Robot ini juga bisa bergerak dalam tanjakan yang curam. Ini menjadikannya lebih menantang karena pada dasaranya robot lunak tidak mungkin dapat mengerahkan lebih banyak tenaga ke tanah (pijakan).
Para peneliti juga menunjukkan bahwa desain LEAP dapat meningkatkan kecepatan berenang untuk robot lunak. Mereka menggunakan sirip, bukan kaki.
Para peneliti sebelumnya telah membuat robot lunak yaitu Crawler. Pergerakan dan kecepatan robot ini masih dibatasi sehingga kaki-kakinya masih bersentuhan dengan tanah setiap saat.
Hingga saat ini, robot lunak tercepat di dunia hanya dapat bergerak dengan kecepatan hingga 0,8 panjang tubuhnya per detik. Gerakan itupun hanya dapat dilakukan di permukaan yang rata dan padat.
Para peneliti NCSU membuat kelas baru robot lunak yang disebut dengan Leveraging Elastic instability for Amplified Performance atau LEAP. LEAP mampu bergerak dengan kecepatan hingga 2,7 panjang tubuhnya per detik pada frekuensi aktuasi rendah sekitar 3Hz. Artinya, ini bergerak tiga kali lebih cepat.
Robot LEAP memiliki ukuran dengan panjang sekitar 7 sentimeter dan berat sekitar 45 gram. Robot ini juga bisa bergerak dalam tanjakan yang curam. Ini menjadikannya lebih menantang karena pada dasaranya robot lunak tidak mungkin dapat mengerahkan lebih banyak tenaga ke tanah (pijakan).
Para peneliti juga menunjukkan bahwa desain LEAP dapat meningkatkan kecepatan berenang untuk robot lunak. Mereka menggunakan sirip, bukan kaki.
Lihat Juga :