WHO Temukan Indikasi Virus Corona Sudah Mengganas di China Sejak 2019

Senin, 15 Februari 2021 - 07:59 WIB
loading...
WHO Temukan Indikasi...
Petugas keamanan berjaga di luar Institut Virologi Wuhan di Wuhan ketika anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia melakukan kunjungan. Foto/CNN
A A A
WUHAN - Penyelidik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus Corona di China telah menemukan tanda-tanda wabah itu jauh lebih luas di Wuhan pada Desember 2019 daripada yang diperkirakan sebelumnya. WHO pun segera mencari akses ke ratusan ribu sampel darah dari kota itu. China sejauh ini belum mengizinkan mereka memeriksanya. Baca juga: WHO Sebut COVID-19 Bukan dari Wuhan, Lalu Gimana dengan Fakta Ini?

Penyelidik utama untuk misi WHO, Peter Ben Embarek, mengatakan, kepada CNN dalam wawancara luas bahwa misi tersebut telah menemukan beberapa tanda penyebaran 2019 yang lebih luas, termasuk menetapkan untuk pertama kalinya ada lebih dari selusin strain virus virus di Wuhan pada bulan Desember.

Tim juga memiliki kesempatan untuk berbicara dengan pasien pertama yang menurut pejabat China telah terinfeksi. Dia adalah seorang pekerja kantoran berusia 40-an, tanpa catatan riwayat perjalanan, dilaporkan terinfeksi pada 8 Desember 2019.

Kemunculan lambat dari data yang lebih rinci yang dikumpulkan tentang perjalanan WHO ke China dapat menambah kekhawatiran yang disuarakan oleh para ilmuwan lain yang mempelajari asal-usul penyakit yang mungkin telah menyebar di China, jauh sebelum kemunculan resmi pertamanya pada pertengahan Desember 2019.

Embarek, yang baru saja kembali ke Swiss dari Wuhan, mengatakan, kepada CNN, "Virus itu beredar luas di Wuhan pada bulan Desember, yang merupakan temuan baru."

Spesialis keamanan pangan WHO, menambahkan, para ilmuwan China mengutarakan, tim telah diberikan oleh para ilmuwan China dengan 174 kasus virus CoronA sekitar Wuhan pada Desember 2019.

Sebanyak 100 kasus telah dikonfirmasi oleh tes laboratorium. Sedangkan 74 lainnya melalui diagnosis klinis pasien, gejala.

Embarek, mengatakan, ada kemungkinan jumlah yang lebih besar ini -kemungkinan kasus parah yang telah diperhatikan oleh dokter China sejak awal- berarti penyakit itu bisa menyerang sekitar 1.000 lebih orang di Wuhan pada Desember saat itu.

Embarek, mengatakan, misi yang terdiri dari 17 ilmuwan WHO dan 17 China telah memperluas jenis materi genetik virus yang mereka periksa dari kasus awal virus Corona pada awal Desember. Ini memungkinkan mereka untuk melihat sampel genetik parsial, bukan hanya sampel lengkap, katanya.

Hasilnya, mereka dapat mengumpulkan untuk pertama kalinya 13 urutan genetik berbeda dari virus SARS-COV-2 sejak Desember 2019. Urutan tersebut, jika diperiksa dengan data pasien yang lebih luas di China sepanjang 2019, dapat memberikan petunjuk berharga tentang geografi dan waktu wabah sebelum Desember.

"Beberapa dari mereka berasal dari pasar... Beberapa dari mereka tidak terkait dengan pasar -yang termasuk pasar makanan laut Huanan di Wuhan, yang diduga berperan dalam penyebaran pertama virus- Ini adalah sesuatu yang kami temukan sebagai bagian dari misi kami ... bagian dari interaksi yang kami lakukan bersama," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WHO Warning Angka Kasus...
WHO Warning Angka Kasus Covid-19 Akibat NB.1.8.1Terus Melonjak Cepat
Covid-19 Ngamuk Lagi,...
Covid-19 Ngamuk Lagi, WHO Umumkan Waspada Varian NB.1.8.1
WHO: NB.1.8.1 Varian...
WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Riset WHO: Lebih dari...
Riset WHO: Lebih dari 7,2 Juta Orang Berisiko Tenggelam pada 2050
WHO Pastikan Ponsel...
WHO Pastikan Ponsel Tidak Menyebabkan Kanker, Ini Riset Ilmiahnya
WHO Vonis Remaja di...
WHO Vonis Remaja di Eropa Alami Gangguan Mental Akibat Kecanduan Medsos
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved