Orangutan di Penangkaran Telah Menciptakan Cara Baru untuk Berkomunikasi
Rabu, 10 Februari 2021 - 16:28 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Melihat primata di kebun binatang terkadang terasa seperti melihat hewan cerdas, karena dia akan menatap balik anda. Tidak mengherankan jika hewan yang berada di penangkaran seperti orangutan berkomunikasi satu sama lain, dengan gerak tubuh.
Dilansir IFL Science, tampaknya orangutan di penangkaran telah mengadaptasi beberapa tindakan unik sebagai alat komunikasi, perilaku yang tidak terlihat di alam liar. Ini bisa menunjukkan bahwa menjadi kreatif dengan gerak tubuh adalah sifat leluhur pada kera besar, berpotensi mewakili langkah penting dalam evolusi menuju bahasa. (Baca: DNA Mirip Manusia, Orangutan dan Kera besar Rawan Terinfeksi Virus Corona)
Produktivitas dalam linguistik adalah frasa yang digunakan untuk mendeskripsikan apa yang kita lakukan saat kita menemukan ekspresi baru. Itu adalah perkembangan penting bagi manusia dalam mengerjakan berbagai bahasa, tetapi jarang terlihat pada hewan.
Tentu saja, itu tidak berarti mereka tidak berkomunikasi. Eksperimen di alam liar telah menunjukkan bagaimana bahkan di seluruh spesies beberapa monyet mampu menerjemahkan panggilan peringatan dari pasangan mereka. Tetapi pembicaraan semacam ini biasanya dipicu oleh datangnya sesuatu yang mengancam, bukan sekadar obrolan biasa.
Untuk mengetahui apakah primata mampu produktif dalam linguistik, Marlen Frohlich dari University of Zurich di Swiss dan rekannya beralih ke kebun binatang orangutan untuk mengamati bagaimana komunikasi antara hewan-hewan ini berbeda dari rekan-rekan liar mereka. (Baca juga: Mengenal Tekologi Canggih Pencegah Banjir Negara Maju)
Meskipun penangkaran bukanlah pilihan alami bagi orangutan, situasi mereka memiliki beberapa keuntungan seperti makanan yang dapat diandalkan dan tidak ada risiko dimangsa, hilangnya habitat, atau diburu. Dengan pemikiran ini, mempelajari penggunaan alat komunikatif mereka merupakan ide yang menarik karena pemicu fisik obrolan orangutan akan sangat berbeda.
Bisa jadi mereka melihat makanan mereka tiba, atau seseorang di luar kandang mereka memakai topi konyol. Selain itu, orangutan liar adalah makhluk yang cukup menyendiri sementara di kebun binatang mereka dipaksa untuk berdekatan satu sama lain, sehingga kesempatan untuk bertukar sinyal jauh lebih sering.
Dilansir IFL Science, tampaknya orangutan di penangkaran telah mengadaptasi beberapa tindakan unik sebagai alat komunikasi, perilaku yang tidak terlihat di alam liar. Ini bisa menunjukkan bahwa menjadi kreatif dengan gerak tubuh adalah sifat leluhur pada kera besar, berpotensi mewakili langkah penting dalam evolusi menuju bahasa. (Baca: DNA Mirip Manusia, Orangutan dan Kera besar Rawan Terinfeksi Virus Corona)
Produktivitas dalam linguistik adalah frasa yang digunakan untuk mendeskripsikan apa yang kita lakukan saat kita menemukan ekspresi baru. Itu adalah perkembangan penting bagi manusia dalam mengerjakan berbagai bahasa, tetapi jarang terlihat pada hewan.
Tentu saja, itu tidak berarti mereka tidak berkomunikasi. Eksperimen di alam liar telah menunjukkan bagaimana bahkan di seluruh spesies beberapa monyet mampu menerjemahkan panggilan peringatan dari pasangan mereka. Tetapi pembicaraan semacam ini biasanya dipicu oleh datangnya sesuatu yang mengancam, bukan sekadar obrolan biasa.
Untuk mengetahui apakah primata mampu produktif dalam linguistik, Marlen Frohlich dari University of Zurich di Swiss dan rekannya beralih ke kebun binatang orangutan untuk mengamati bagaimana komunikasi antara hewan-hewan ini berbeda dari rekan-rekan liar mereka. (Baca juga: Mengenal Tekologi Canggih Pencegah Banjir Negara Maju)
Meskipun penangkaran bukanlah pilihan alami bagi orangutan, situasi mereka memiliki beberapa keuntungan seperti makanan yang dapat diandalkan dan tidak ada risiko dimangsa, hilangnya habitat, atau diburu. Dengan pemikiran ini, mempelajari penggunaan alat komunikatif mereka merupakan ide yang menarik karena pemicu fisik obrolan orangutan akan sangat berbeda.
Bisa jadi mereka melihat makanan mereka tiba, atau seseorang di luar kandang mereka memakai topi konyol. Selain itu, orangutan liar adalah makhluk yang cukup menyendiri sementara di kebun binatang mereka dipaksa untuk berdekatan satu sama lain, sehingga kesempatan untuk bertukar sinyal jauh lebih sering.
Lihat Juga :