Pakai AI, Kamera Google Pixel Bakal Bisa Baca Detak Jantung
Jum'at, 05 Februari 2021 - 17:48 WIB
loading...
Ilustrasi salah satu produk Google Pixel. FOTO/ IST
A
A
A
MOUNTAIN VIEW - Kamera di ponsel Google Pixel bakal bisa mengukur detak jantung dan pernapasan mulai bulan depan. Fitur tersebut akan hadir dalam salah satu aplikasi pertama yang mendadopsi teknologi kecerdasan buatan Alphabet Inc. untuk layanan kesehatannya.
Baca juga: COVID-19 di Kabupaten Bogor Meningkat, Ade Yasin: Mungkin Masyarakat Jenuh
Program kesehatan yang tersedia di Google Play dan App Store Apple Inc selama bertahun-tahun memang telah menyediakan fungsi yang sama. Tapi dalam sebuah penelitian pada tahun 2017 menemukan keakuratan bervariasi dan adopsi aplikasi tetap rendah.
Para pimpinan di Google Health mengatakan telah mendorong pengebangan AI yang menudkung pengukuran trsebut. Mereka juga berencana untuk merinci metode dan uji klinisnya dalam jurnal akademis beberapa pekan mendatang.
Manajer produk Google Health, Jack Po, mengatakan bahwa perusahaan ingin memberikan alternatif pemeriksaan detak jantung manual bagi pemilik smarptohne yang ingin memantau kondisi mereka sesekali, tapi tidak mampu membeli perangkat wearable.
Teknologi ini, kata Po, memiliki tingkat tidak akurat sekitar 2 persen dalam menilai detak jantung. Angka itu tbutuh pengujian lebih lanjut sebelum dapat digunakan dalam pengaturan medis.
Mengutip dari Reuters, Jumat (5/2/2021), fitur baru tersebut akan tersedia sebagai pembaruan untuk aplikasi Google Fit.
Baca juga: COVID-19 di Kabupaten Bogor Meningkat, Ade Yasin: Mungkin Masyarakat Jenuh
Program kesehatan yang tersedia di Google Play dan App Store Apple Inc selama bertahun-tahun memang telah menyediakan fungsi yang sama. Tapi dalam sebuah penelitian pada tahun 2017 menemukan keakuratan bervariasi dan adopsi aplikasi tetap rendah.
Para pimpinan di Google Health mengatakan telah mendorong pengebangan AI yang menudkung pengukuran trsebut. Mereka juga berencana untuk merinci metode dan uji klinisnya dalam jurnal akademis beberapa pekan mendatang.
Manajer produk Google Health, Jack Po, mengatakan bahwa perusahaan ingin memberikan alternatif pemeriksaan detak jantung manual bagi pemilik smarptohne yang ingin memantau kondisi mereka sesekali, tapi tidak mampu membeli perangkat wearable.
Teknologi ini, kata Po, memiliki tingkat tidak akurat sekitar 2 persen dalam menilai detak jantung. Angka itu tbutuh pengujian lebih lanjut sebelum dapat digunakan dalam pengaturan medis.
Mengutip dari Reuters, Jumat (5/2/2021), fitur baru tersebut akan tersedia sebagai pembaruan untuk aplikasi Google Fit.
Lihat Juga :