Berbekal Beragam Teknologi Digital, Pegadaian Disiapkan Jadi Pelopor Revolusi Industri 4.0
Kamis, 04 Februari 2021 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Era industri 4.0 turut menciptakan peluang untuk mengembangkan produk baru sesuai dengan potensi perusahaan, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi mendorong Pegadaian melakukan inovasi-inovasi baru berupa produk maupun layanan yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus berinovasi dan mengembangkan produk baru, yang tentunya menyasar pada dinamika kebutuhan masyarakat. Perusahaan tetap mengembangkan produk berbasis gadai sebagai bisnis inti, sekaligus meningkatkan komposisi bisnis non-gadai. Kami juga mendorong regenerasi demografi nasabah ke arah nasabah pada segmen milenial,” kata Kuswiyoto.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Badan Penelitian & Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono menjelaskan, sesuai arahan Presiden, Making Indonesia 4.0 telah diluncurkan pada 4 April 2018, yang diawali dengan mengimplementasikan program tersebut di sektor manufaktur.
“Pegadaian merupakan perusahaan jasa keuangan pertama yang bisa menerapkan revolusi industri 4.0 dalam beberapa aspek diantaranya manajemen dan organisasi, SDM dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasi perusahaan. INDI 4.0 akan menjadi alat untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi. Pegadaian akan menjalani asesmen dengan menilai 5 aspek sebagai tolak ukur utama untuk menilai kesiapan sebuah industri,” ujar Sony sulaksono.
Dalam mewujudkan revolusi industri 4.0, Pegadaian telah menciptakan produk berbasis digital seperti Pegadaian Digital Sistem, Gadai Efek (Gadai Saham), G-Cash (Virtual Account Pegadaian), Gadai on Demand (pick up & delivery barang yang ditujukan bagi nasabah yang tidak sempat datang ke Pegadaian) dan melakukan perluasan segmen distribution channel, yang bekerjasama dengan beberapa perbankan di Indonesia.
“Kami akan terus berinovasi dan mengembangkan produk baru, yang tentunya menyasar pada dinamika kebutuhan masyarakat. Perusahaan tetap mengembangkan produk berbasis gadai sebagai bisnis inti, sekaligus meningkatkan komposisi bisnis non-gadai. Kami juga mendorong regenerasi demografi nasabah ke arah nasabah pada segmen milenial,” kata Kuswiyoto.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Badan Penelitian & Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Sony Sulaksono menjelaskan, sesuai arahan Presiden, Making Indonesia 4.0 telah diluncurkan pada 4 April 2018, yang diawali dengan mengimplementasikan program tersebut di sektor manufaktur.
“Pegadaian merupakan perusahaan jasa keuangan pertama yang bisa menerapkan revolusi industri 4.0 dalam beberapa aspek diantaranya manajemen dan organisasi, SDM dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasi perusahaan. INDI 4.0 akan menjadi alat untuk mengukur kesiapan industri dalam bertransformasi. Pegadaian akan menjalani asesmen dengan menilai 5 aspek sebagai tolak ukur utama untuk menilai kesiapan sebuah industri,” ujar Sony sulaksono.
Dalam mewujudkan revolusi industri 4.0, Pegadaian telah menciptakan produk berbasis digital seperti Pegadaian Digital Sistem, Gadai Efek (Gadai Saham), G-Cash (Virtual Account Pegadaian), Gadai on Demand (pick up & delivery barang yang ditujukan bagi nasabah yang tidak sempat datang ke Pegadaian) dan melakukan perluasan segmen distribution channel, yang bekerjasama dengan beberapa perbankan di Indonesia.
Lihat Juga :