Sisa-sisa Masjid yang Dibangun Setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW Ditemukan di Israel
Kamis, 04 Februari 2021 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Yang tersisa dari masjid berusia berabad-abad ini adalah pondasi dan artefaknya yang ditemukan di bawah struktur bangunan, seperti koin dan pecahan tembikar yang berasal dari abad ketujuh, yang membantu arkeolog menentukan usia bangunan tersebut. (Baca juga: Penjelasan Mengapa gunung Api di Indonesia Erupsi di Waktu Hampir Bersamaan)
Sebenarnya para arkeolog telah mengetahui tentang situs ini sejak tahun 1950-an. Namun, pada saat itu, sisa-sisa masjid disalahartikan sebagai pasar periode Bizantium. Kesalahan ini terus berlanjut, bahkan ketika almarhum arkeolog Yizhar Hirschfeld menemukan, pada akhir tahun 2000-an.
Tapi selama penggalian baru-baru ini oleh Cytryn-Silverman dan timnya, baru diketahui kalau itu sangat mirip dengan Masjid Agung Damaskus awal abad kedelapan. Tim menemukan apa yang sebelumnya disebut tembok periode Bizantium, sebenarnya adalah pondasi untuk baris pertama kolom pada tahap awal masjid dengan ukuran 22x49 meter persegi.
![Sisa-sisa Masjid yang Dibangun Setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW Ditemukan di Israel]()
Berbagai penggalian menemukan genteng yang rusak dari perluasan dan perbaikan masjid yang sempat rusak saat gempa 1068. Arkeolog juga menemukan rantai perunggu panjang yang dulunya digunakan untuk menahan lampu kristal masjid. "Lampunya tentu saja, pecah karena runtuh, tetapi banyak sisa pegangannya memungkinkan kami untuk memahami jenisnya," kata Cytryn-Silverman kepada Live Science. (Baca juga: Benarkah Ibu Hamil Bisa Menularkan Kekebalan Covid-19 kepada Bayinya?)
Umat Muslim yang beribadah di masjid awal ini juga memiliki toleransi beragama yag tinggi. Karena didekatnya juga terdapat bangunan ibadah untuk orang Yahudi dan Kristen, termasuk gereja monumental yang tampaknya merupakan gereja terbesar di Galilea dan Sinagoga besar Hammat Tiberias ke selatan.
Sebenarnya para arkeolog telah mengetahui tentang situs ini sejak tahun 1950-an. Namun, pada saat itu, sisa-sisa masjid disalahartikan sebagai pasar periode Bizantium. Kesalahan ini terus berlanjut, bahkan ketika almarhum arkeolog Yizhar Hirschfeld menemukan, pada akhir tahun 2000-an.
Tapi selama penggalian baru-baru ini oleh Cytryn-Silverman dan timnya, baru diketahui kalau itu sangat mirip dengan Masjid Agung Damaskus awal abad kedelapan. Tim menemukan apa yang sebelumnya disebut tembok periode Bizantium, sebenarnya adalah pondasi untuk baris pertama kolom pada tahap awal masjid dengan ukuran 22x49 meter persegi.

Berbagai penggalian menemukan genteng yang rusak dari perluasan dan perbaikan masjid yang sempat rusak saat gempa 1068. Arkeolog juga menemukan rantai perunggu panjang yang dulunya digunakan untuk menahan lampu kristal masjid. "Lampunya tentu saja, pecah karena runtuh, tetapi banyak sisa pegangannya memungkinkan kami untuk memahami jenisnya," kata Cytryn-Silverman kepada Live Science. (Baca juga: Benarkah Ibu Hamil Bisa Menularkan Kekebalan Covid-19 kepada Bayinya?)
Umat Muslim yang beribadah di masjid awal ini juga memiliki toleransi beragama yag tinggi. Karena didekatnya juga terdapat bangunan ibadah untuk orang Yahudi dan Kristen, termasuk gereja monumental yang tampaknya merupakan gereja terbesar di Galilea dan Sinagoga besar Hammat Tiberias ke selatan.
Lihat Juga :