Diyakini Pernah Dipakai Raja Daud, Arkeolog Temukan Potongan Kain Berusia 3.000 Tahun
Selasa, 02 Februari 2021 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Bedasarkan dokumen yang ditulis penulis Romawi Pliny the Elder, diketahui bahwa pewarna ungu dihasilkan dari pigmen yang ditemukan pada tiga spesies siput laut yang berbeda: Banded Dye-Murex (Hexaplex trunculus), Spiny Dye-Murex (Bolinus brandaris ), dan Cangkang Batu Mulut Merah (Stramonita haemastoma).
Menariknya, tidak ada spesies siput laut yang menjadi bahan pembuatan pewarna ditemukan di Laut Merah, yang berbatasan dengan Israel. Sebaliknya, mereka menghuni perairan Mediterania, dan Timur Tengah. Hal itu menandakan adanya jalur perdagangan yang mapan di seluruh kawasan. (Baca juga: Benarkah Orang yang Divaksin Covid-19 Dilarang Donor Darah Selama Setahun)
Karena warna ungu hanya muncul dalam jumlah kecil pada siput laut, diperlukan tangkapan yang banyak untuk menghasilkan pakaian berwarna ungu kerajaan. Dengan menggabungkan tiga spesies yang berbeda, para ahli mengendalikan paparan cahaya selama proses produksi untuk menghasilkan rona merah atau biru.
Menariknya, tidak ada spesies siput laut yang menjadi bahan pembuatan pewarna ditemukan di Laut Merah, yang berbatasan dengan Israel. Sebaliknya, mereka menghuni perairan Mediterania, dan Timur Tengah. Hal itu menandakan adanya jalur perdagangan yang mapan di seluruh kawasan. (Baca juga: Benarkah Orang yang Divaksin Covid-19 Dilarang Donor Darah Selama Setahun)
Karena warna ungu hanya muncul dalam jumlah kecil pada siput laut, diperlukan tangkapan yang banyak untuk menghasilkan pakaian berwarna ungu kerajaan. Dengan menggabungkan tiga spesies yang berbeda, para ahli mengendalikan paparan cahaya selama proses produksi untuk menghasilkan rona merah atau biru.
(ysw)
Lihat Juga :