Ilmuwan China Mengirim Pesan Kuantum yang 'Tidak Bisa Dilacak' ke Luar Angkasa

Selasa, 02 Februari 2021 - 10:29 WIB
loading...
A A A
Setiap bit data aman yang pernah dikirim dari ponsel telah dikirimkan ke jarak yang sangat jauh dengan potensi peretas. Tetapi setiap pengintai yang mendengarkan mungkin tidak dapat memahami informasi itu karena hanya dapat diuraikan dengan kunci aman. (Baca juga: Berapa Banyak Spesies Mausia Purba yang Pernah Hidup di Bumi)

Sayangnya sistem tersebut rentan terhadap peretasan yang mengetahui kuncinya. Jadi pada 1980-an, para peneliti mengembangkan metode teoritis untuk menghasilkan kunci aman menggunakan mekanika kuantum.

Mereka menemukan bahwa kunci pengaman dapat dikodekan menjadi properti kuantum dari masing-masing partikel. Keuntungan dari "distribusi kunci kuantum" (QKD) ini adalah bahwa fisika kuantum mendikte tindakan peretasan ini. Jadi setiap mata-mata yang mencoba mencegat kunci kuantum dapat segera dideteksi.

Jadi para peneliti mengembangkan MDI-QKD, sebagai solusi sederhana. Dalam MDI-QKD, pengirim dan penerima pesan mengirim foton kunci kuantum mereka pada saat yang sama (serta umpan) ke pihak ketiga. Setiap foton berisi satu bit informasi: satu atau nol. Pihak ketiga tidak dapat membaca informasi yang disampaikan oleh foton. (Baca juga: Bunglon Terkecil di Dunia Ditemukan di Hutan Madagaskar)

Wolfgang Tittel pakar komunikasi kuantum dengan QuTech mengatakan, kunci kuantum aman dan tidak ada cara bagi peretas untuk mengetahui apa itu. Tetapi MDI-QKD memiliki tantangannya sendiri karena mengharuskan kedua foton tiba di relai pada waktu yang persis sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legal Tech, Teknologi...
Legal Tech, Teknologi Kantor Hukum Jadi Tren di Indonesia
Kolaborasi dengan Hytera,...
Kolaborasi dengan Hytera, Samafitro Perkuat Infrastruktur Radio Komunikasi Nasional
Sesuatu yang Tidak Biasa...
Sesuatu yang Tidak Biasa Terjadi di Struktur Alam Semesta
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Tidak Tahu Kapan Waktu...
Tidak Tahu Kapan Waktu Tidur di Planet Ini, Siang dan Malam Abadi
Radian Aerospace Siap...
Radian Aerospace Siap Luncurkan Pesawat Antariksa yang Tidak Biasa
Menegakkan Marwah di...
Menegakkan Marwah di Langit dan Optimalisasi Tata Kelola Lintas Sektor Pascainsiden Lampung
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
ASSI Tekankan Pentingnya...
ASSI Tekankan Pentingnya Jaga Kedaulatan Teknologi Ruang Angkasa Indonesia
Rekomendasi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved