Ilmuwan China Mengirim Pesan Kuantum yang 'Tidak Bisa Dilacak' ke Luar Angkasa

Selasa, 02 Februari 2021 - 10:29 WIB
loading...
Ilmuwan China Mengirim...
Sebuah ilustrasi menunjukkan satelit Micius dan tiga stasiun bumi yang berkomunikasi dengannya. Foto/Universitas Sains dan Teknologi Cina
A A A
BEIJING - Para peneliti di Universitas Sains dan Teknologi di China (USTC) pada tahun 2018 menemukan cara berbagi "kunci kuantum" secara rahasia antara satelit yang mengorbit dan stasiun bumi. Itu membuat hubungan antara satelit Micius China dan tiga situs darat yang berkomunikasi dengannya di Eropa dan Asia sejauh ini menjadi jaringan kuantum aman terbesar di dunia.

Tetapi alat kerahasiaan kuantum yang awalnya digunakan Micius memiliki beberapa kelemahan, yang mengharuskan para ilmuwan untuk mengembangkan bentuk enkripsi kuantum yang lebih canggih yang dikenal sebagai distribusi kunci kuantum yang tidak bergantung perangkat pengukuran (MDI-QKD). (Baca: Percepat Pembangunan Infrastruktur Komunikasi di Teras Indonesia)

Sekarang, para peneliti yang sama tersebut, untuk pertama kalinya, melakukan MDI-QKD secara nirkabel, di seluruh kota di China, tanpa melibatkan serat optik. Dan mereka bersiap untuk mengirim MDI-QKD ke Micius.

"Hasil dari kelompok China sangat menarik bagi komunitas komunikasi kuantum ," kata Daniel Oblak, seorang peneliti komunikasi kuantum di Universitas Calgary di Ontario dikutip Live Science.

Ini membuka pintu ke jaringan terenkripsi kuantum praktis yang mengandalkan satelit dan kabel serat optik yang bekerja bersama-sama, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dengan teknologi saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legal Tech, Teknologi...
Legal Tech, Teknologi Kantor Hukum Jadi Tren di Indonesia
Kolaborasi dengan Hytera,...
Kolaborasi dengan Hytera, Samafitro Perkuat Infrastruktur Radio Komunikasi Nasional
Sesuatu yang Tidak Biasa...
Sesuatu yang Tidak Biasa Terjadi di Struktur Alam Semesta
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Tidak Tahu Kapan Waktu...
Tidak Tahu Kapan Waktu Tidur di Planet Ini, Siang dan Malam Abadi
Radian Aerospace Siap...
Radian Aerospace Siap Luncurkan Pesawat Antariksa yang Tidak Biasa
Menegakkan Marwah di...
Menegakkan Marwah di Langit dan Optimalisasi Tata Kelola Lintas Sektor Pascainsiden Lampung
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
ASSI Tekankan Pentingnya...
ASSI Tekankan Pentingnya Jaga Kedaulatan Teknologi Ruang Angkasa Indonesia
Rekomendasi
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berita Terkini
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved