Fosil Mikro Berusia 635 Juta Tahun Ini Bantu Bumi Lepas dari Zaman Es
Senin, 01 Februari 2021 - 08:32 WIB
loading...
Mikrofosil berserabut seperti jamur. Foto/Andrew Czaja)
A
A
A
JAKARTA - Sebuah tim ilmuwan internasional di Cina Selatan secara tidak sengaja menemukan fosil darat tertua yang pernah ditemukan. Fosil ini sekitar tiga kali lebih kuno daripada dinosaurus tertua yang pernah ditemukan atau dari 637 juta tahun lalu.
Investigasi masih berlangsung dan pengamatan perlu diverifikasi secara independen, tim internasional berpendapat jari-jari panjang seperti benang dari organisme purba ini sangat mirip dengan jamur. Apapun itu, eukariota tampaknya telah membatu di darat kira-kira 635 juta tahun yang lalu, tepat ketika Bumi sedang memulihkan diri dari zaman es global. (Baca: Penambang Maroko Temukan Fosil Ikan Purba dengan Gigi Setajam Gergaji)
Selama peristiwa glasiasi besar-besaran ini, planet Bumi menyerupai bola salju besar, samudra tertutup dari Matahari oleh es padat lebih dari satu kilometer. Kemudian es di Bumi mulai mencair tanpa bisa dijelaskan, memungkinkan kehidupan berkembang pesat di darat untuk pertama kalinya.
Jamur mungkin merupakan salah satu bentuk kehidupan pertama yang menempati ruang segar itu. Tanggal fosil mikro baru ini tentu mendukung gagasan yang muncul bahwa beberapa organisme mirip jamur meninggalkan lautan untuk hidup di darat bahkan sebelum tanaman.
Faktanya, transisi ini mungkin yang membantu planet Bumi pulih dari zaman es yang dahsyat. "Jika interpretasi kami benar, akan sangat membantu untuk memahami perubahan iklim paleoklimat dan evolusi awal kehidupan," kata ahli geologi Tian Gan, dari Virginia Tech College of Science.
Saat ini, evolusi awal jamur tetap menjadi misteri besar, sebagian besar karena tanpa tulang atau cangkang, organisme ini tidak mudah menjadi fosil. Belum lama berselang, banyak ilmuwan bahkan tidak mengira jamur bisa bertahan selama itu. (Baca juga: Berapa Banyak Spesies Manusia Purba yang Pernah Hidup di Bumi?)
Investigasi masih berlangsung dan pengamatan perlu diverifikasi secara independen, tim internasional berpendapat jari-jari panjang seperti benang dari organisme purba ini sangat mirip dengan jamur. Apapun itu, eukariota tampaknya telah membatu di darat kira-kira 635 juta tahun yang lalu, tepat ketika Bumi sedang memulihkan diri dari zaman es global. (Baca: Penambang Maroko Temukan Fosil Ikan Purba dengan Gigi Setajam Gergaji)
Selama peristiwa glasiasi besar-besaran ini, planet Bumi menyerupai bola salju besar, samudra tertutup dari Matahari oleh es padat lebih dari satu kilometer. Kemudian es di Bumi mulai mencair tanpa bisa dijelaskan, memungkinkan kehidupan berkembang pesat di darat untuk pertama kalinya.
Jamur mungkin merupakan salah satu bentuk kehidupan pertama yang menempati ruang segar itu. Tanggal fosil mikro baru ini tentu mendukung gagasan yang muncul bahwa beberapa organisme mirip jamur meninggalkan lautan untuk hidup di darat bahkan sebelum tanaman.
Faktanya, transisi ini mungkin yang membantu planet Bumi pulih dari zaman es yang dahsyat. "Jika interpretasi kami benar, akan sangat membantu untuk memahami perubahan iklim paleoklimat dan evolusi awal kehidupan," kata ahli geologi Tian Gan, dari Virginia Tech College of Science.
Saat ini, evolusi awal jamur tetap menjadi misteri besar, sebagian besar karena tanpa tulang atau cangkang, organisme ini tidak mudah menjadi fosil. Belum lama berselang, banyak ilmuwan bahkan tidak mengira jamur bisa bertahan selama itu. (Baca juga: Berapa Banyak Spesies Manusia Purba yang Pernah Hidup di Bumi?)
Lihat Juga :